Polisi patroli politik uang pada masa tenang

Polisi patroli politik uang pada masa tenang

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. (Istimewa)

Jakarta (ANTARA) - Polisi turut melakukan patroli bersama pengawas pemilu untuk mencegah politik uang yang rawan terjadi pada masa tenang Pemilu 2019.

"'H-1' ini kami fokus meninjau keamanan dengan melakukan patroli terpadu," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Jakarta, Selasa.

Dedi Prasetyo mengatakan patroli terpadu dengan pengawas pemilu dilakukan di tingkat kecamatan dan kabupaten untuk mempersempit ruang pelanggaran pemilu.

Selain patroli, polisi juga melakukan pengamanan untuk pendistribusian logistik pemilu sampai ke tempat pemungutan suara (TPS) dari pabrik percetakan dan gudang.

"Hari ini, H-1 diharapkan seluruh surat suara sudah berada di TPS dalam keadaan aman," tutur Dedi Prasetyo.

Sementara untuk pengamanan di TPS saat pencoblosan, polisi membagi tps dalam ketagori kurang rawan sebanyak 733.204, rawan sebanyak 59.509 dan sangat rawan sebanyak 16.708.

Kriteria TPS yang sangat rawan di antaranya dipengaruhi kondisi geograrafis yang jauh dan sulit ditempuh serta adanya sejarah pernah terjadi konflik sosial seperti serangan kelompok bersenjata.

Pola pengamanan untuk TPS kurang rawan adalah dua anggota polisi mengamankan dua tps kemudian dibantu enam linmas, TPS rawan empat anggota polisi mengamankan dua tps dan 6-8 linmas dan TPS sangat rawan tiga polisi mengamankan satu TPS dan dibantu 10 linmas.

Pada saat pencoblosan, pengamanan juga dilakukan terhadap objek vital, baik yang ada di daerah mau pun nasional, seperti kantor pemerintahan dan lokasi pusat keramaian masyarakat.
Pewarta : Dyah Dwi Astuti
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2019