Nasabah BRI Remittance Malaysia ikuti mudik bersama

Nasabah BRI Remittance Malaysia ikuti mudik bersama

Ilustrasi, Bank Rakyat Indonesia (ist)

Kuala Lumpur (ANTARA) - Sejumlah nasabah BRI (Bank Rakyat Indonesia) Remittance Malaysia terpilih mengikuti undian program Mudik Bersama BRIfast Remittance 2019 kembali ke kampung halaman masing-masing di Indonesia.

Para peserta mudik gratis tersebut mengikuti buka bersama dan menginap di Hotel Adamson Kuala Lumpur, Minggu, untuk selanjutnya berangkat ke Bandara Kuala Lumpur International Airport (KLIA) Senin dini hari (27/5) menuju Jakarta.

Buka bersama turut dihadiri BRI Remittance Representative Malaysia, Budi Pratama dan Dicky A Ghani serta dari IMEI Ria Remittance Andi Hasibuan.

Peserta mudik terdiri dari 11 orang nasabah BRI dari Malaysia Barat dan enam orang dari Malaysia Timur.

"Kami dari manajemen BRI menyampaikan selamat kepada bapak ibu pemenang mudik BRI Remittance 2019. Nasabah BRI jutaan kami pilih yang melakukan transaksi terbanyak kemudian terpilih-lah para pemenangnya," kata Budi Pratama.

Ia menambahkan yang ikut mudik ini adalah orang terpilih dan harapannya kedepan tetap setia menggunakan layanan dari BRI melalui agen yang melakukan kerjasama dengan BRI.

"Tolong ceritakan pengalaman bapak ibu selama di hotel, perjalanan ke Bandara, di Jakarta hingga perjalanan ke kampung halaman kepada para pekerja migran yang ada di Malaysia, tetangga dan kerabat bahwa BRI juga memberikan apresiasi kepada nasabah yang loyal," jelasnya.

Budi juga meminta kepada mereka untuk menggunakan BRI Remittance dalam pengiriman uang ke Indonesia.

"Para peserta akan diberangkatkan ke Jakarta bertemu dengan nasabah-nasabah BRI dari Hong Kong, Korea Selatan, Arab Saudi dan sebagainya untuk kemudian bersama-sama naik bus ke tujuan masing-masing," katanya.

Salah seorang peserta mudik asal Gresik Provinsi Jawa Timur, Alamin Bin Kariman mengaku untuk pertama kalinya mengikuti mudik BRI dan senang bisa ikut mudik gratis.

Alamin merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) pemegang kartu identitas permanent residence (PR/IC merah) atau penduduk tetap Malaysia yang sudah 30 tahun tinggal di Malaysia.

"Istri dan anak saya tinggal di Gresik. Nanti saya turun di Tuban karena lebih dekat ke rumah. Anak pertama saya dua tahun kuliah perpajakan di UI kemudian pindah di Universitas Surabaya. Yang dua orang lagi masih di pesantren," tambahnya.
Pewarta : Agus Setiawan
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019