Padang Pariaman pusatkan i'tikaf di Masjid Syekh Burhanuddin

Padang Pariaman pusatkan i'tikaf di Masjid Syekh Burhanuddin

Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni. (Antara Sumbar/Aadiat MS)

Parit Malintang, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, memusatkan kegiatan i'tikaf di Masjid Agung Syekh Burhanuddin di Kecamatan Ulakan Tapakis guna mengisi akhir Ramadhan 1440 Hijriah.

"Sepuluh hari terakhir Ramadhan adalah hari di mana Rasulullah SAW menghidupkan malamnya dan membangunkan anggota keluarga untuk beribadah," kata Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni di Parit Malintang, Jumat.

Ia mengatakan kebiasaan Rasulullah SAW itu untuk dapat bertemu malam Lailatul Qhadar yang mana pahala yang didapatkan lebih baik dari seribu bulan.

Peluang tersebut yang dicari oleh umat Islam di akhir Ramadhan dengan mengisi malamnya dengan ibadah dan meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT," katanya.

Oleh karena itu ia mengajak warga di daerah itu untuk melaksanakan i'tikaf di masjid dan musala hingga akhir Ramadhan, bahkan ia mengajak warga melaksanakan ibadah itu secara bersama-sama di Masjid Agung Syekh Burhanuddin.

Kegiatan tersebut sudah dilaksanakan semenjak 2017 yang mana pada tahun ini dilaksanakan mulai dari malam ke-26 hingga Selasa besok.

l'tikaf yang dilaksanakan oleh Pemkab Padang Pariaman di Masjid Agung Syekh Burhanuddin dimulai dari pukul 00.00 WIB dan diakhiri dengan dengan salat Subuh berjamaah. "Untuk sahur jangan khawatir, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Padang Pariaman akan menyediakannya," ujarnya.

Ia mengimbau seluruh pemerintahan kecamatan di daerah itu juga melaksanakan i'tikaf yang dipusatkan di kecamatan masing-masing dengan mengikutsertakan warga setempat. Ia berharap warga di daerah itu memanfaatkan akhir Ramadhan 1440 Hijriah untuk meningkatkan ibadah dan melaksanakan i'tikaf agar mendapatkan malam Lailatul Qhadar.*

Baca juga: Jakarta Islamic Center adakan I'tikaf 10 hari terakhir Ramadhan

Baca juga: Sekitar 300 tenda berdiri untuk itikaf di Masjid Habiburrahman Bandung
Pewarta : Altas Maulana
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019