BPBD: Puluhan korban banjir Tanbu bertahan di pengungsian

BPBD: Puluhan korban banjir Tanbu bertahan di pengungsian

Banjir di Kabupaten Tanah Bumbu (Antaranews Kalsel/Istimewa)

Banjarmasin (ANTARA) - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan Wahyuddin mengatakan hingga kini puluhan korban banjir di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, berada di pengungsian karena air yang masih menggenangi rumah warga.

Menurut Wahyudin di Banjarmasin Rabu mengatakan, air yang merendam rumah warga sudah mulai turun sekitar 30 sentimeter dari sebelumnya ketinggian air mencapai 150 sentimeter.

Namun, banyak warga terpaksa masih harus tidur di masjid dan tenda-tenda pengungsian, sambil nunggu air benar-benar surut.

Masih banyaknya pengungsi tersebut, kata dia, membuat BPBD dan tim penanggulangan bencana banjir provinsi maupun kabupaten masih mendirikan dapur umum dan posko di titik-titik daerah banjir.

Berdasarkan data Tagana Rabu, 12 Juni 2019 yang disampaikan pukul 10:00 Wita, tambah Wahyuidn, korban banjir di Tanah Bumbu yang terjadi pada Sabtu 8 Juni yaitu di Kecamatan Bintang sebanyak 456 KK atau 1.729 Jiwa.

Jumlah tersebut terbagi, di Desa Karang Bintang 350 KK atau 1.295 jiwa, Desa Selaselilau 101 KK atau 414 jiwa, Desa Sumber Wangi 5 KK atau 20 Jiwa.

Kemudian Kecamatan Sungai Loban sebanyak 215 KK atau 826 jiwa, terbagi di Desa Sebamban Baru 169 KK atau 676 jiwa dan Desa Sebamban Lama 46 KK atau 150 jiwa.

Kecamantan Mentewe sebanyak 462 KK atau 1.916 jiwa, Desa Dukuh Rejo sebanyak 479 KK dan 1.583 jiwa, Desa Suka Damai 15 KK atau 57 jiwa dan Desa Mentawakan Mulya 10 KK/44 jiwa, Desa Mentewe 58 KK/ 232 jiwa.

Kecamatan Kusan Hulu, sebanyak 1.410 KK/5.507 jiwa, yang terbagi di Desa Anjir Baru 161 KK/644 jiwa, Desa Lasung 256 KK/1.024 jiwa, Desa Pacakan 23 KK/92 jiwa Desa Bakarangan 99 KK/ 263 jiwa, Desa Manuntung 154 KK/ 616 jiwa.
Banjir di Tanah Bumbu (Antaranews Kalsel/Istimewa)

Selanjutnya, Desa Sungai Rukam 158 KK / 632 jiwa, Desa Binawara 215 KK/860 jiwa, Desa Mangkalapi 56 KK/224 jiwa, Desa Guntung 85 KK/340 jiwa, Desa Hatiif 35 KK / 140 jiwa, Desa Darasan Binjai 49 KK/ 196 jiwa, Desa Taluk Kepayan 4 KK/16 jiwa Desa Tapus 200 jiwa, Desa Tapus Tibarai Panjang 65 KK /260 jiwa.

Kecamatan Satui 1.832 KK/6.310 jiwa yang terbadi Desa Satui Timur sebanya 133 KK/ 532 jiwa, Desa Sejahtera Mulia 190 KK/659 jiwa, Desa Sinar Bulan senamual 179 KK/697 jiwa, Desa Jombang 53 KK/ 194 jiwa, Desa Sungai Danau 1.170 KK/ 3.895 jiwa, Desa dan Satui Barat 107 KK/333 jiwa.

Kecamatan Kusan Hilir sebanya 527 KK/1.589 jiwa yang tersebar di Desa Serdang 187 KK/529 jiwa, Desa Karya Bakti 77 KK/ 250 jiwa, Desa Satiung 263 KK/ 810 jiwa, Desa Pulau Tanjung dan Desa Salimuran

Terakhir, Kecamatan Batulicin sebanyak 500 KK/1.971 jiwa yaitu Desa Maju Makmur 224 KK/760 jiwa, Desa Maju Bersama 229 KK/1.043 jiwa, Desa Suka Maju 32 KK / 128 jiwa dan Desa Danau Indah 15 KK/ 40 jiwa.

Menurut Wahyudin, pihaknya telah mendirikan posko dan pelayanan dapur umum lapangan di Desa Sinar Bulan Kecamatan Satui sejak tanggal 10 Juni sampai sekarang dengan menyediakan 750 bungkus untuk 1 kali makan dan minum teh/kopi.

Sedangkan Dinas Sosial dan anggota Tagana Tanah Bumbu, membuka Posko dan pelayanan dapur umum di Kecamatan Karang Bintang dan Kecamatan Mentewe dengan pelayanan dapur umum sekitar 1.000 bungkus untuk satu kali makan bagi korban terdampak bencana banjir.

Baca juga: Satpolairud evakuasi warga terdampak banjir di Tanah Bumbu
Baca juga: BMKG peringatkan cuaca ekstrem di tiga daerah di Kalsel
Baca juga: Jalan Muara Teweh-Banjarmasin Km 27 terendam banjir


 
Pewarta : Ulul Maskuriah
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019