80 desa di Pulau Nias masuk Program Lisdes 2019

80 desa di Pulau Nias masuk Program Lisdes 2019

Manager PT.PLN Area Nias Evan Sirait, di Nias,  Jumat. (Antara Sumut/Irwanto)

Nias (ANTARA) - Sebanyak 80 desa di Kepulauan Nias, Sumatera Utara, masuk dalam program Listrik Desa tahun 2019 sehingga ke depannya desa-desa tersebut sudah teraliri liatrik.

"Kalau tidak ada kendala, tahun ini kita akan memasang jaringan dan mengaliri listrik di 80 desa yang ada di Kepulauan Nias," kata Manajer PT.PLN Area Nias Evan Sirait, di Nias, Jumat.

Menurut dia, sesuai data tahun 2018, masih ada sebanyak 140 desa di seluruh Kepulauan Nias yang belum teraliri listrik negara.

"Tahun 2018 yang lalu kita menargetkan sebanyak 60 desa, tetapi hanya bisa terealisasi sebanyak 40 desa," terangnya.

Kendala yang dialami PT.PLN Area Nias sehingga tidak bisa mencapai target pada tahun 2018 karena ada sejumlah desa yang masuk program listrik desa tidak bisa dicapai dengan kendaraan roda empat.

Sehingga kendaraan yang mengangkut tiang atau material tidak bisa masuk ke desa tersebut.

"Karena tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, beberapa desa terpaksa kita tangguhkan pemasangan jaringan," ucapnya.

Penangguhan dilakukan, karena dia berasumsi ke depan PT.PLN akan sulit melakukan pemeliharaan dan perbaikan jika daerah tersebut tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.

Kendala lainnya menurut dia karena ada warga yang tidak mengizinkan tanah miliknya didirikan tiang listrik, dan tanaman di kebunnya ditebang.

"Awalnya warga tersebut sudah membuat pernyataan dan mengizinkan tanahnya digunakan dan tanaman di kebunnya ditebang, tetapi setelah material kita angkut ke lokasi, mereka keberatan dan mencabut pernyataannya," ujarnya.

Keterbatasan tenaga kerja lokal juga menjadi sebuah kendala, karena jika menggunakan tenaga kerja dari luar pulau Nias akan memakan biaya yang lebih besar.

"Kami sangat berharap masyarakat mau mendukung dengan mengizinkan lahan dan tanamannya digunakan atau dibersihkan untuk kepentingan pemasangan jaringan listrik," katanya.
 
Pewarta : Juraidi dan Irwanto
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019