JCH Kloter 07 BTH dominan alami ISPA

JCH Kloter 07 BTH dominan alami ISPA

Jamaah Calon Haji Embarkasi Batam menunggu waktu pemberangkatan ke Tanah Suci (Humas PPIH Hang Nadim Batam)

Kota Pekanbaru (ANTARA) - Penyakit yang dominan menyerang Jamaah Calon Haji (JCH) asal Provinsi Riau, yang tergabung dalam Kloter 07 embarkasi Batam (BTH) dalam melaksanakan ibadah Haji tahun 2019, adalah ISPA.

"Untuk itu seluruh jamaah calon haji tetap diimbau memakai alat pelindung diri dan perbanyak minum dan makan buah, selain itu petugas selalu melakukan visitasi ke kamar jamaah," kata Dokter Kloter 07 embarkasi Batam (BTH), dr. Santy Syahmini dalam keterangannya dari Mekkah, Selasa.

Menurut Santy, seperti diteruskan Pranata Humas Ahli Muda, Kemenag Riau, Vehtriani Rahmi, bahwa selain intrnsig mengunjungi kamar-kamar JCH, pihaknya juga melakukan dakwah kesehatan yang menyangkut pengetahuan tentang bagaimana menjaga kesehatan secara preventif dan memberikan pengobatan pada jamaah yang mengalami sakit.

Apalagi jelang menghadapi wukuf di Arafah dan kegiatan di Muzdalifah dan MMina (Armuzna), katanya, maka tim kesehatan Kloter BTH 07 fokus memperhatilan kesehatan jamaah dan kondisi cuaca di Mekkah mencapai lebih 40 derajat celcius.

"Tim TPHI selalu berupaya memberikan ruang dan kesempatan kepada jamaah untuk menyampaikan keluhan apa saja khususnya tentang kesehatan mereka agar jamaah mendapatkan pelayanan kesehatan maksimal, sehingga dapat melaksanakan ibadahnya dengan lancar," kata Santy.

Pada kesempatan itu ia menyatakan bangga dapat melayani jamaah, karena tidak semua tenaga paramedis dapat memberikan baktinya ke jamaah haji.

"Kami mendapatkan kesempatan berharga dan inilah waktunya, kata Santy yang juga diakui salah seorang medis, Ns. Noni Roninci Bangkit, ASN asal RSUD Bangkinang itu.

Baca juga: Berstatus risiko tinggi 369 calon haji Kloter 25 Batam
Baca juga: 5 Calhaj Embarkasi Batam meninggal
Baca juga: Tiga orang Calhaj Kloter 3 Batam ditunda berhaji karena sakit
Pewarta : Frislidia
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019