Balai Besar Laboratorium Kesehatan Palembang meningkatkan kapasitas uji swab COVID-19 dari sebelumnya hanya 96 sampel menjadi 254 sampel per hari seiring terus bertambahnya swab dari Sumatera Selatan dan empat provinsi lainnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sumsel, Yusri di Palembang, Rabu, mengatakan peningkatan hingga tiga kali lipat tersebut berkat bantuan alat pemeriksa "polymerase chain reaction" (PCR) dari Universitas Sriwijaya.

"Ke depan kapasitas akan dinaikkan lagi dengan bantuan PCR dari pemerintah yang sedang dikirim ke Palembang," ujar Yusri.

Selain itu, Gugus Tugas tengah mendorong Rumah Sakit Pupuk Sriwijaya (Pusri) agar dapat memperbantukan alat PCR yang baru saja dibeli RS tersebut.

Namun alat PCR harus dipindahkan ke BBLK Palembang karena menurutnya ruang pemeriksaan RS Pusri belum memenuhi standar laboratorium biosafety level 3 (BSL 3) seperti BBLK Palembang, jika semua bantuan terealisasi maka pemeriksaan menjadi lebih cepat mengingat Sumsel tengah mengalami fase naik.

Sementara hingga 5 Mei 2020 Gugus Tugas Sumsel telah mengirim 1.177 sampel swab ke BBLK Palembang, 778 sampel di antaranya masih diproses dan harus mengantre dengan sampel dari Provinsi Lampung, Bengkulu, Jambi dan Bangka Belitung.

Dari 1.177 sampel tersebut, 809 sampel berasal dari orang tanpa gejala (OTG) kontak erat kasus positif yang diperkirakan akan terus bertambah karena pelacakan kasus di 17 kabupaten/kota semakin masif dan jumlah kasus positif juga meningkat.

"Sampel dari Sumsel antara yang masuk dan selesai hampir sama, jika selesai 100 sampel maka yang masuk juga 100 sampel, sehingga terlihat seolah-olah jumlahnya tidak berkurang," jelas Yusri.

Ia menambahkan bahwa hingga saat ini 200 orang dari Sumsel hasil sampel swabnya negatif COVID-19, sedangkan 199 orang hasilnya positif.

Pewarta: Aziz Munajar

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2020