Semarang (Antara Bengkulu) - Sejumlah warga menemukan mayat bayi berkelamin laki-laki yang dikubur dengan kedalaman sekitar 30 centimeter di pojok lapangan di Jalan Pondok Mas II, Kelurahan Kuningan, Kecamatan Semarang Utara, Kamis.

Salah seorang saksi, Lasri (38), mengaku melihat tiga pria yang mengendarai dua sepeda motor mondar-mandir di lapangan yang terletak di belakang rumahnya sekitar pukul 10.00 WIB.

"Karena curiga saya kemudian mengintip dari celah tembok dan melihat dua dari tiga pria yang tidak dikenal itu sedang menggali tanah dengan menggunakan sekop kecil," kata warga Jalan Lemuru Raya RT 10 RW 04, Kelurahan Kuningan, Semarang Utara itu.

Tidak lama kemudian, lanjut dia, salah satu pria itu mengeluarkan sebuah bungkusan plastik hitam dari kardus yang dibawanya.

Ia mengatakan, sempat tercium bau wangi yang cukup menyengat saat pria tersebut membuka bungkusan plastik yang didalamnya terdapat baskom.

"Salah satu pria itu lalu mengeluarkan sesuatu dari baskom yang ternyata mayat bayi dan menguburnya, kemudian meratakan tanah sebelum pergi meninggalkan lapangan," ujarnya.

Setelah mengetahui tiga pria yang mencurigakan tersebut itu pergi, Lasri langsung menghubungi suaminya yang bertugas sebagai penjaga lapangan yang sering disebut warga setempat dengan nama Lapangan Metro.

"Setelah memastikan jika yang dikubur itu mayat bayi, suami saya dan beberapa warga langsung melapor ke polisi terdekat," katanya.

Istri dari Muslimin itu mengungkapkan jika dua dari pria itu mengenakan helm, sedangkan pria yang tanpa helm mempunyai ciri-ciri bertubuh kurus, berambut keriting, wajah berjerawat, dan terdapat tato di leher.

Menurut dia, proses mencari tempat hingga mengubur mayat bayi memakan waktu sekitar 20 menit.

Petugas tim identifikasi Polrestabes Semarang yang menerima laporan kemudian melakukan penggalian untuk mengevakuasi mayat bayi ke kamar mayat RSUP dr. Kariadi Semarang.

Selain mayat bayi dengan panjang tubuh 26 centimeter dan sudah mempunyai anggota tubuh lengkap, petugas juga menemukan ceceran darah segar pada kapas dan kain kafan saat melakukan penggalian.

Hingga saat ini, sejumlah saksi juga dimintai keterangan di Mapolsek Semarang Utara guna kepentingan penyelidikan kepolisian lebih lanjut terkait dengan penemuan mayat bayi yang diduga baru saja dilahirkan tersebut.

Pewarta: Oleh Wisnu Adhi Nugroho

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2013