Sanggar Teater Senyawa Curup asal Provinsi Bengkulu meluncurkan buku naskah drama bertajuk Pelukis & Wanita karya anggotanya, Adhyra Pratama Irianto pada 30 Januari 2021 di Kota Curup dan 27 Februari mendatang di Kota Bengkulu.

Ketua panitia peluncuran buku naskah drama Pelukis & Wanita, Iman Kurniawan di Rejang Lebong, Kamis, mengatakan kegiatan tersebut digelar dalam rangkaian perayaan hari lahir Teater Senyawa ke-9 tahun pada tanggal 1 Maret 2021 mendatang.

"Acara pertama yang digelar mulai dari tanggal 30 Januari 2021 yakni peluncuran buku naskah sekaligus peluncuran logo baru Teater Senyawa Curup. Buku naskah drama Pelukis & Wanita sudah mulai diedarkan ke publik seminggu sebelum peluncurannya," kata dia.

Dia mengatakan, penerbitan buku naskah yang didukung penerbit Andhra Garfika itu rencananya akan dijual ke publik sedangkan hasil keuntungannya untuk hibah buku ke sejumlah taman baca, grup teater dan perpustakaan yang membutuhkan.

"Yah benar, separuhnya akan dijual dan separuhnya lagi akan dihibahkan. Semoga saja semuanya berjalan lancar," terangnya.

Dia menambahkan, peluncuran buku naskah drama Pelukis & Wanita itu sendiri telah mereka laksanakan di Kota Curup beberapa waktu lalu, di mana pelaksanaannya diramaikan oleh penampilan grup musik puisi, Jong Senyawa yang sebelumnya menjadi juara satu lomba musik puisi tingkat mahasiswa se-Indonesia oleh Universitas Negeri Medan (Unimed), dan penampilan Teater Petass dari SMAN 1 Rejang Lebong.

"Dalam acara kemarin, kita mengikuti protokol kesehatan dengan ketat. Peserta di Curup hanya dibatasi 30 orang saja, dan wajib mengenakan masker sekaligus menjaga jarak," urainya.

Peluncuran buku naskah drama ini untuk di Kota Bengkulu akan mereka laksanakan di Taman Budaya Bengkulu. Kalangan masyarakat umum sudah bisa memesan buku ini, di mana pemesanan sebelum 15 Februari 2021 diberikan tarif khususnya yakni Rp40.000 per eksamplar, lewat dari tanggal itu akan diberlakukan harga normal Rp55.000 per eksamplar.

Tentang buku

Naskah drama Pelukis & Wanita adalah teks pertunjukan yang ditulis oleh Adhyra Irianto sejak tahun 2006 dan selesai di tahun 2018. Proses revisi berkali-kali dilakukan di tahun 2008, 2011, 2013, 2015 dan 2018 dengan bantuan sejumlah seniman, akademisi dan pihak lainnya. Naskah ini diuji pertama kali sebelum dibukukan dalam pementasan di Taman Budaya Jambi, dalam gelaran Temu Teater Se-Sumatera 2019. Kemudian, naskah ini dibawa tur Sumatera Sewindu Senyawa di beberapa kota di pulau Sumatera.

Naskah ini juga dipentaskan ketika Teater Senyawa menjadi bintang tamu dalam gelaran Pekan Teater Mahasiswa Nasional di Pekanbaru tahun 2019, serta dalam gelaran Ke Rumah Nan Tumpah, di sekretariat Komunitas Seni Nan Tumpah Padangpariaman masih di tahun yang sama. Setelah dipentaskan berkali-kali, naskah ini kembali mendapat masukan dari sejumlah pihak sebelum akhirnya dibukukan di tahun 2021 dengan dukungan penerbit Andra Grafika Press.

Selain itu, juga ada pengantar yang ditulis oleh Iswadi Pratama (sutradara Teater Satu Lampung), Ari Pahala Hutabarat (sutradara Kober Lampung), Irwan Jamal (akademisi dan seniman teater di ISBI Bandung) serta Lusi Handayani (peneliti naskah drama Pelukis & Wanita).

Sutradara Teater Salembayung yang juga ketua Dewan Kesenian Kota Pekanbaru, Fedli Aziz yang menyaksikan pentas ini dua kali di Jambi dan Pekanbaru menyatakan bahwa teks drama Pelukis&Wanita, sepanjang yang ia amati memang sangat menarik.

"Penulis seperti ingin membaca sekaligus menangkap tafsir-tafsir publik atas karya itu. Bahwa kehidupan hanya mengulang-ulang rasa, meski peristiwa-peristiwanya berbeda. Pengulangan itu pun tak pernah selesai pada tingkat pemahaman. Ia senantiasa berkembang sesuai zaman," kata Fedli Aziz.

Sementara itu, Edi Suisno yang merupakan tenaga pengajar di jurusan teater ISI Padangpanjang mengatakan bahwa kucuran dialog dalam naskah ini terasa sangat kencang berdesing, namun terasa tetap renyah.

"Namun di beberapa bagian, terasa begitu hening dan mengajak untuk berjeda dalam situasi ironi. Inilah lakon yang dikreasikan tanpa berjelas-jelas menonjolkan narasi. Selalu terasa 'segar' tanpa memadamkan curiosity-nya," jelas Edi Suino.

Sedangkan salah seorang aktris film dan teater yang berdomisili di Yogyakarta, Eka Nusa Pertiwi juga mendukung penerbitan naskah drama ini.

"Naskah drama Pelukis&Wanita membuat kita mempertanyakan ulang tentang sebuah konsep dari konvensi, ukuran, takaran bahkan keberadaan benda-benda dan segala eksistensinya," ujar aktris yang bermain di film Perempuan Tanah Jahanam karya Joko Anwar ini.
 

Pewarta: Nur Muhamad

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2021