Pangkalpinang (Antara Bengkulu) - Harga lada putih di tingkat pedagang pengumpul Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel), naik menjadi Rp85 ribu per kilogram dari harga sebelumnya Rp80 ribu per kilogram.

Ellan, pedagang pengumpul di Pasar Pembangunan Pangkalpinang, Minggu, mengatakan bahwa kenaikan harga lada putih saat ini dikarenakan menguatnya permintaan negara-negara tujuan ekspor komoditas tersebut, seperti Eropa, Asia, dan Amerika Serikat.

"Sementara pasokan lada putih dari para petani mengalami penurunan karena harga lada saat ini masih rendah daripada harga lada dua minggu yang lalu berkisar Rp72 ribu hingga Rp75 ribu per kilogram," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pasokan lada hanya bisa terkumpul 150--200 kilogram saja per harinya, padahal saat harga lada tinggi pedagang bisa mengumpulkan hingga 500 kilogram per harinya.

"Saat ini, sebagian besar petani belum terlalu tertarik untuk menjual hasil panennya mengingat tingginya biaya berkebun lada, sementara harga lada masih murah," ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini, petani mengandalkan hasil penjualan karet untuk memenuhi kebutuhan keluarganya selama puasa Ramadan 1434 Hijriah.

"Transaksi lada hanya petani yang tidak memiliki penghasilan tambahan lain, seperti menyadap karet dan pertanian sayur-mayur, atau ada kebutuhan mendesak sehingga terpaksa menjual hasil panen lada," ujarnya.

Ia memperkirakan transaksi lada akan kembali meningkat seminggu menjelang Lebaran 2013 karena petani sangat membutuhkan biaya untuk membeli berbagai keperluan menyambut Lebaran.

"Sementara harga lada diperkirakan masih akan berfluktuasi karena harga di pasar lokal sangat bergantung dari harga di pasar dunia dan permintaan pasar terhadap komoditas tersebut," ujarnya.

Edi Supriadi, pedagang pengumpul lainnya, mengatakan bahwa harga lada putih saat ini mulai merangkak naik. Namun, belum berpengaruh besar terhadap pasokan lada yang masih kurang.

"Diperkirakan harga lada mencapai Rp75 ribu transaksi lada akan meningkat tajam karena harga Rp75 ribu cukup memberikan keuntungan bagi para petani lada," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa petani masih enggan menjual lada karena dengan harga Rp68 ribu per kilogram belum sebanding dengan tingginya biaya yang dikeluarkan untuk berkebun lada.

"Mudah-mudahan harga lada putih menjelang Lebaran akan kembali naik sehingga petani makin ramai yang memasarkan lada untuk memenuhi kebutuhan keluarga merayakan Lebaran," ujarnya. (Antara)

Pewarta: Oleh Donatus Dasapurna Putranta

Editor : Helti Marini S


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2013