Padang (Antara) - Perkumpulan Himpunan Tjinta Teman (HTT) Padang, Sumatera Barat, menampilkan pertunjukan Wayang Potehi (Wayang China,red) dalam memperingatan 150 tahun organisasi itu.

"Setiap hari kami menampilkan pertunjukan wayang potehi dari Semarang yang sudah terkenal di Indonesia," kata Ketua Umum HTT Padang Feryanto Gani di Padang, Jumat.

Menurut dia, lokasi pertunjukan wayang khas China itu berada di tengah gelaran aneka makanan dan kuliner di puja sera HTT Padang

"Wayang potehi dari Semarang ini tampil dua kali dalam sehari untuk menghibur masyarakat Kota Padang," ungkapnya.

Wayang potehi menjadi salah satu kekayaan budaya pewayangan asal China yang sudah dikenal sejak awal abad ke-20.

"Hampir semua cerita dalam lakon wayang potehi berasal dari epik hikayat masa kerajaan China sebelum revolusi,"jelas Feryanto Gani.

Sementara itu, Sukarmujiono, dalang Wayang potehi menyatakan pertunjukan tradisional dari China Selatan ini tidak sama dengan wayang golek ataupun wayang kulit yang dikenal di Indonesia.

"Wayang potehi lebih dikenal sebagai wayang boneka, yang cara permainannya bukan dengan menggerakkan tongkat kayu, namun melalui jari-jari tangan dalang yang dimasukkan ke dalam wayang tersebut," kata dia.

Menurut dia, tak sekadar sebagai seni pertunjukan, bagi warga keturunan Tionghoa, wayang potehi juga dapat dijadikan sebagai patron mereka hidup dalam masyarakat.

"Sama seperti wayang-wayang lain di Indonesia, wayang potehi juga mengusung banyak pesan sosial dan budaya dalam setiap pertunjukannya," ungkapnya.

Kisah-kisah dalam wayang potehi tidak hanya disukai warga keturunan Tionghoa, namun juga  pengunjung lainnya setiap pertunjukan.

"Karena cerita yang dimainkan dalam wayang potehi ini adalah kisah yang diambil dari sejarah masa lalu Tembok Besar China," jelas Sukarmujiono.

Pewarta:

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2013