Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Bengkulu memperkuat upaya mitigasi bencana hidrometeorologi sebagai respons menghadapi situasi cuaca ekstrem di wilayah Bumi Merah Putih.

"Seluruh alat berat harus dalam kondisi siaga dan standby. Apabila sewaktu-waktu terjadi bencana, kita harus siap bergerak cepat ke lokasi," kata Penjabat Sekretaris Daerah Herwan Antoni di Bengkulu, Rabu.

Sarana dan fasilitas tersebut harus bisa bergerak cepat untuk proses penanggulangan jika terjadi bencana, sehingga dampak dari bencana bisa diminimalkan.

Pemerintah Provinsi Bengkulu telah menginventarisasi wilayah-wilayah yang berisiko bencana, melakukan pencegahan, termasuk melakukan pelatihan penanganan dan pencegahan bencana.

Pemerintah provinsi terus memantau dan juga menggelar rapat mitigasi demi memastikan kesiapan daerah baik mencegah maupun penanganan jika terjadi bencana.

Herwan Antoni yang juga menjabat sebagai Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bengkulu menekankan peran strategis BPBD Provinsi Bengkulu memimpin penanganan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi menyusul peringatan cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Ia menekankan pentingnya latihan rutin kesiapsiagaan bencana bagi seluruh personel. Menurut dia ketersediaan sumber daya manusia harus diiringi dengan kemampuan dan keterampilan yang memadai dalam menghadapi situasi darurat.

"Jangan sampai personelnya ada, tetapi keterampilan penanganan bencananya minim. Kesiapsiagaan harus terus dilatih," katanya.

Herwan menekankan khusus untuk kejadian bencana yang berada dalam kewenangan Pemerintah Provinsi Bengkulu, penanganan harus dilakukan secara cepat dan tepat tanpa penundaan, guna meminimalkan dampak serta menghindari hambatan di lapangan.

Selain kesiapan personel, BPBD juga diminta memastikan seluruh peralatan dan logistik di posko bencana dalam kondisi siap pakai, serta terus memperkuat koordinasi lintas sektor dengan instansi terkait.

"Penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kerja sama dan sinergi semua pihak agar penanganan dapat berjalan optimal,” kata dia.

Herwan turut mengingatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Sosial, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta OPD lainnya di Pemerintahan Provinsi Bengkulu, untuk aktif memantau perkembangan cuaca yang dinamis dan mudah berubah sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana.

Dia juga mengajak seluruh pihak untuk tidak hanya melakukan mitigasi secara teknis, tetapi juga mengiringinya dengan doa.

"Terus pantau kondisi dan jangan lupa berdoa, mitigasi bencana perlu diiringi dengan mitigasi langit. Semoga Provinsi Bengkulu selalu dilindungi Allah Subhanahu Wa Ta'ala," ujarnya.



Pewarta: Boyke Ledy Watra
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026