Batam (Antara) - Direkorat Jenderal Bea dan Cukai Indonesia bersama Jabatan Kastam Diraja Malaysia melaksanakan Patroli Koordinasi Custom Indonesia Malaysia (Patkor Kastima) ke-19.

Dirjen Bea dan Cukai Agung Kuswandono di Batam, Senin, mengatakan Patkor Kastima dilaksanakan dua kali, di Batam pada 2-15 September dan 22 Oktober sampai 4 November di Johor.

"Patkor Kastima bertujuan meningkatkan penegakan hukum, UU Kepabeanan dua negara, menjalin saling pengertian dan kerja sama antara DJBC dan JKDM dalam pelaksanaan patroli laut, baik terkoordinasi maupun patroli laut rutin," kata Agung.

Selain itu, patroli koordinasi juga menjadi upaya preventif maupun represif untuk menghambat, menangkal dan memberantas perdagangan ilegal dan penyelundupan narkotika dan psikotropika yang merugikan kedua negara.

Ketua Pengarah Jabatan Kustom Diraja Malaysia Datok Sri Khazali bin Haji Ahmad mengatakan kerjasama dua negara itu untuk saling bertukar maklumat dan pendapat untuk mengurangi penyelundupan di Malaysia dan Indonesia.

Menurut dia, perbatasan Indonesia dan Malaysia memiliki perairan yang panjang dan banyak jalan tikus, sehingga perlu kerjasama pengamanan dua negara, terutama untuk menangani narkoba. "Dadah (narkotika) sukar ditangani," kata dia.

Malaysia mengirimkan 70 personel dan tujuh kapal untuk latihan gabungan itu, sedangkan dari Indonesia menyertakan sekitar 100 orang personel dan sembilan kapal.

Setelah Patkor, kedua negara juga akan melaksanakan pertemuan bilateral di Lombok pada tahun ini.

Sementara itu, dalam pembukaan Patkor Kastima ke-19, sejumlah kapal patroli milik DJBC dan KDJM unjuk kebolehan dengan bermanufer di perairan Batam, disaksikan pejabat masing-masing.

Pewarta:

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2013