Menteri Kelautan dan Perikanan  Sakti Wahyu Trenggono mengajak pemerintah Vietnam bersinergi untuk memerangi aktivitas penyelundupan Benih Bening Lobster (BBL).

Menteri Trenggono dalam siaran pers di Jakarta, Senin, menyatakan ajakan kerja sama ini bentuk penegasan bahwa baik Indonesia maupun Vietnam berkomitmen memerangi praktik illegal fishing atau pencurian ikan dan memiliki komitmen mengelola dan membangun sektor perikanan di negara masing-masing dengan cara berkelanjutan sesuai prinsip ekonomi biru.

"Di dalam negeri, kami juga tegas terhadap penyelundup benur. TNI dan Polri kami gandeng untuk ini dan siap memberikan sanksi tegas," ujar Menteri Trenggono.

Ia juga menegaskan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melarang ekspor BBL melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 17 Tahun 2021. Pengambilan biota laut tersebut dari alam boleh dilakukan hanya untuk mendukung kegiatan budi daya di dalam negeri.

Langkah Menteri Kelautan dan Perikanan menutup keran ekspor BBL untuk mendorong geliat budi daya lobster dalam negeri, meningkatkan devisa melalui ekspor lobster konsumsi, pertumbuhan ekonomi masyarakat, dan menjamin kelestarian BBL maupun lobster di alam.

Sejumlah langkah telah dilakukan Menteri Trenggono untuk mendukung pengembangan produktivitas budi daya lobster di Indonesia, salah satunya membuka peluang kerja sama budi daya dengan Vietnam.

Menteri Kelautan dan Perikanan juga telah melakukan pertemuan dengan Dubes RI untuk Vietnam guna membahas hal tersebut. "Kami pastikan akan memberikan ruang bagi pembudidaya di Vietnam untuk berusaha di Indonesia," ujarnya.

Sementara itu Dubes RI untuk Vietnam Denny Abdi memastikan sudah membuka komunikasi dengan Pemerintah Vietnam mengenai rencana penguatan kerja sama bilateral dua negara, khususnya di bidang perikanan.

"Kami sudah berkomunikasi dengan Menteri Pertanian dan Pembangunan Pedesaan yang membawahi bisnis kelautan dan perikanan di Vietnam. Kami sudah bertemu dengan beliau dan sudah sampaikan komitmen Pemerintah Indonesia," ujar Dubes Denny Abdi.

Selain itu pihaknya juga tengah mengatur pertemuan menteri dua negara untuk pembahasan kerja sama lebih lanjut. Dubes Denny menyebut, kerja sama ini berpotensi menjadikan Indonesia dan Vietnam sebagai sumber pangan laut dunia.
 

Pewarta: M Razi Rahman

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2021