Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu segera mengembangkan obyek wisata alam Bukit Basah yang berada di wilayah Kecamatan Curup Utara sebagai salah satu destinasi wisata baru di daerah itu.
"Tahun ini obyek wisata alam Bukit Basah ini akan kita kembangkan, di sana rencananya akan dipasang lampu penerangan dan huruf raksasa (giant text) Curup Kota Idaman sehingga pada malam hari dari jauh bisa terbaca," kata Bupati Rejang Lebong, Syamsul Effendi di Rejang Lebong, Kamis.
Dia menjelaskan, program pembangunan bidang pariwisata ini merupakan salah satu visi misi Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong pada kampanye Pilkada serentak 2020 lalu sehingga harus diwujudkan dalam pemerintahannya.
Kawasan wisata alam Bukit Basah itu sendiri, kata Syamsul, memiliki luasan mencapai 5 hektare dan berada di ketinggian sehingga bisa memandang secara leluasa ke arah Kota Curup yang menjadi ibu kota dari Kabupaten Rejang Lebong tersebut.
Selain akan membangun kawasan wisata alam Bukit Basah, Pemkab Rejang Lebong juga akan mendukung upaya pengembangan lokasi wisata lainnya yang ada di Kabupaten Rejang Lebong seperti Air Terjun Tri Sakti di Kecamatan Sindang Kelingi, Danau Mas Harun Bastari, TWA Bukit Kaba dan lainnya sehingga nantinya bisa mengundang minat orang untuk datang ke Rejang Lebong.
"Pembangunannya selain menggunakan anggaran APBD Kabupaten Rejang Lebong juga bantuan pemerintah provinsi dan pusat. Semua usulan peningkatan sarana prasarana destinasi pariwisata yang ada di Kabupaten Rejang Lebong sudah kita teruskan ke Kementerian Pariwisata untuk mendapatkan bantuan," terangnya.
Sementara itu, Ahmad Kholil pemilik obyek wisata Pesona 88 di Kecamatan Curup Utara di tempat terpisah mengatakan pengembangan usaha pariwisata ini harus mendapat dukungan dari pemerintah daerah, provinsi maupun pusat sehingga bisa berkembang dan bersaing dengan obyek wisata lainnya.
"Obyek wisata yang saya kembangkan ini sudah menyerap 30 an orang pekerja lokal. Untuk itu kita membutuhkan dukungan pemerintah terutama dalam penyiapan infrastruktur berupa pembangunan jalan maupun perbaikan jalan menuju lokasi wisata yang sudah mengalami kerusakan," jelasnya.***1***
COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2022
"Tahun ini obyek wisata alam Bukit Basah ini akan kita kembangkan, di sana rencananya akan dipasang lampu penerangan dan huruf raksasa (giant text) Curup Kota Idaman sehingga pada malam hari dari jauh bisa terbaca," kata Bupati Rejang Lebong, Syamsul Effendi di Rejang Lebong, Kamis.
Dia menjelaskan, program pembangunan bidang pariwisata ini merupakan salah satu visi misi Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong pada kampanye Pilkada serentak 2020 lalu sehingga harus diwujudkan dalam pemerintahannya.
Kawasan wisata alam Bukit Basah itu sendiri, kata Syamsul, memiliki luasan mencapai 5 hektare dan berada di ketinggian sehingga bisa memandang secara leluasa ke arah Kota Curup yang menjadi ibu kota dari Kabupaten Rejang Lebong tersebut.
Selain akan membangun kawasan wisata alam Bukit Basah, Pemkab Rejang Lebong juga akan mendukung upaya pengembangan lokasi wisata lainnya yang ada di Kabupaten Rejang Lebong seperti Air Terjun Tri Sakti di Kecamatan Sindang Kelingi, Danau Mas Harun Bastari, TWA Bukit Kaba dan lainnya sehingga nantinya bisa mengundang minat orang untuk datang ke Rejang Lebong.
"Pembangunannya selain menggunakan anggaran APBD Kabupaten Rejang Lebong juga bantuan pemerintah provinsi dan pusat. Semua usulan peningkatan sarana prasarana destinasi pariwisata yang ada di Kabupaten Rejang Lebong sudah kita teruskan ke Kementerian Pariwisata untuk mendapatkan bantuan," terangnya.
Sementara itu, Ahmad Kholil pemilik obyek wisata Pesona 88 di Kecamatan Curup Utara di tempat terpisah mengatakan pengembangan usaha pariwisata ini harus mendapat dukungan dari pemerintah daerah, provinsi maupun pusat sehingga bisa berkembang dan bersaing dengan obyek wisata lainnya.
"Obyek wisata yang saya kembangkan ini sudah menyerap 30 an orang pekerja lokal. Untuk itu kita membutuhkan dukungan pemerintah terutama dalam penyiapan infrastruktur berupa pembangunan jalan maupun perbaikan jalan menuju lokasi wisata yang sudah mengalami kerusakan," jelasnya.***1***
Editor : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2022