Beijing (Antara/Xinhua-0ANA) - Ini sangat tepat bahwa judul film terbaru Rachid Ferchiou sesuai dengan mantra kepemimpinan baru Tiongkok dalam mengupyakan revitalisasi bangsa.

Sutradara terkenal Tunisia itu sedang menggarap "China Dream," yang saat ini masih dalam pra-produksi di Beijing, sebagai film Sino-Tunisia pertama yang diproduksi secara bersama.

"Saya datang hanya dengan nama. Itu terjadi sekitar lima tahun yang lalu," canda Ferchiou, saat dia  berbicara dengan Xinhua, Jumat.

Sutradara 72 tahun ini mengusun reputasi internasional dengan film politik yang berani seperti "Autumn of '82" dan  "Checkmate Mr. President!"

Kendatipun demikian, kali ini, ia membuat transisi universal, meskipun film yang digarapnya jauh lebih lembut, bahkan bertema  cinta.

"Alasannya sangat sederhana, karena hati saya penuh dengan cinta untuk China," kata Ferchiou.

"China Dream" bercerita tentang seorang wanita Tunisia muda yang telah lama bermimpi mengunjungi China sejak masa kecil karena ayahnya sering bepergian ke negar-negara Timur.

Ketika dia akhirnya sampai ke datang ke Tiongkok, itu untuk mencari ayahnya.

Sementara di sana, dia bertemu dengan cinta dalam hidupnya.

"Saya punya cerita ini di kepala saya lima tahun yang lalu, dan telah menjadi mimpi saya untuk membuat film nyata itu  sejak itu," kata Ferchiou.

"Tetapi itu tidak  mudah. Tunisia dan Tiongkok  adalah dua negara dengan ratusan tahun peradaban. Kami berada jauh satu sama lain dan ada kurangnya pemahaman yang mendalam di antara kita," katanya.

"Tetapi cinta adalah ikatan hati. Saya akan menceritakan sebuah kisah cinta bagi rakyat kedua negara."

Ini juga  film Tiongkok pertama yang disyuting di Tunisia.  

Persiapan-persiapan berjalan lancar, menurut sang sutradara, yang meyakini  proyek itu akan meningkatkan hubungan Budaya Tunisia-Tiongkok. (Antara)

Pewarta:

Editor :


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2014