Presiden RI Joko Widodo meninjau Kecamatan Cugenang yang terdampak gempa magnitudo 5,6 terparah di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis.

"Saya datang ke Kecamatan Cugenang ini, karena ini adalah episentrumnya," ujar Presiden Joko Widodo dilaporkan wartawan ANTARA Fadzar Ilham Pangestu di SDN 2 Sukamaju, Gasol, Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis.

Menurut Presiden Jokowi, kawasan tersebut terdampak paling parah, terutama untuk rumah yang roboh paling banyak. Korban meninggal juga banyak dari lokasi tersebut.

"Yang paling penting setelah evakuasi selesai, distribusi bantuan sudah bisa menjangkau ke semua lokasi, baru babak berikutnya adalah rehabilitasi untuk rumah-rumah yang rusak berat, sedang maupun ringan," ujar Jokowi.

Baca juga: Polri kerahkan 16 anjing K-9 cari korban gempa Cianjur

Baca juga: Gempa dangkal magnitudo 5,1 guncang wilayah Kepulauan Mentawai

Bantuan untuk warga sebesar Rp50 juta bagi yang rumahnya rusak berat, rusak sedang Rp25 juta, dan rusak ringan Rp10 juta.

Dia mengatakan bantuan akan terdiri beberapa skema. Ada yang nanti dibangun oleh Kementerian PUPR maupun TNI, guna mempercepat proses dan tidak terpaku pada satu skema.

Kedatangan presiden disambut bahagia warga yang mengungsi di posko SDN 2 Sukamulya. Presiden memberikan sejumlah bantuan kebutuhan pokok kepada pengungsi.

Presiden Jokowi juga meninjau posko sosial untuk pemulihan trauma, dimana ia dihibur oleh anak-anak yang bernyanyi lagu "Ojo dibandingke" dan memberikan bantuan makanan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan korban meninggal dunia akibat gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu, naik menjadi 271 orang setelah pada hari sebelum tercatat ada 268 orang.

Laporan BMKG, gempa bumi terjadi pukul 13.21 WIB, Senin, 21 November 2022. Gempa berpusat di 10 km arah barat daya dari Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dengan kedalaman gempa 10 km. Gempa tidak berpotensi tsunami.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Presiden tinjau Kecamatan Cugenang terdampak gempa terparah

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2022