Administrator Dunia Maya China (CAC) membuat panduan untuk mengurangi kecanduan internet dan pengaruh informasi buruk ke anak-anak dan remaja. Dikutip dari laman resmi CAC, Jumat (4/8), CAC menamai panduan tersebut sebagai “Pedoman untuk Membangun Model Minor Internet Seluler”.

Panduan baru ini disebut memutakhirkan definisi youth model menjadi under adult mode. CAC menyarankan orang tua untuk mengaktifkan mode untuk anak di bawah umur untuk membentuk kebiasaan berselancar di dunia maya dengan baik.

Selain peran orang tua, CAC juga meminta distributor aplikasi untuk menyediakan informasi dan layanan sesuai dengan perkembangan fisik dan mental pengguna dari berbagai usia. CAC mendesain lima interval usia, di antaranya, di bawah 3 tahun; 3-8 tahun; 8-12 tahun; 12-16 tahun; dan 16-18 tahun.

CAC menyebut anak dengan usia di bawah 8 tahun tidak diizinkan memakai ponsel lebih dari 40 menit. Dalam mode pengguna di atas 8 hingga 16 tahun, pemakaian ponsel dibatasi tidak lebih dari 1 jam.

“Untuk pengguna berusia di atas 16 tahun, tetapi di bawah usia 18 tahun, terminal pintar ponsel harus mendukung pemakaian default tidak lebih dari 2 jam, dan memberikan pengecualian pemakaian kepada orang tua,” tulis CAC.
 

Sistem peringatan

CAC menyebut sistem terminal akan membuat pengawasan terhadap pengguna yang melebihi jam akses. Pengguna yang terus memakai waktu ponsel pintar lebih dari 30 menit akan dikenai peringatan untuk mengistirahatkan ponselnya.

Sistem yang dibuat CAC juga mengatur jam penggunaan ponsel. “Dilarang memberikan akses (ponsel) kepada anak di bawah umur dari 22.00 hingga 06.00,” tulis CAC.

Untuk kategori keselamatan, CAC memberi akses layanan darurat dan aplikasi yang disesuaikan untuk melindungi keselamatan pribadi anak di bawah umur. 

Langkah pembatasan akses ponsel ini telah dimulai China sejak 2021. Pemerintah China menyebut pembatasan sebagai "cara melawan penyakit sosial kecanduan gim daring". 

Pembatasan ini bertujuan untuk mengurangi beban keuangan keluarga dan mempromosikan gaya hidup sehat.

Saat ini, China dikenal memiliki dua raksasa aplikasi, yaitu WeChat Tencent dan ByteDance Douyin (TikTok). Sementara itu, industri gim ponsel buatan China terus merambah pasar global.

Pada Februari 2023, tercatat gim buatan China meraup lebih dari 100 miliar yuan (1 yuan = Rp2.114) selama tiga tahun berturut-turut.

Pewarta: Maulana Kautsar

Editor : Anom Prihantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2023