Bengkulu, (Antara) - Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu menyebutkan bahwa tidak ada sekolah yang memenuhi persyaratan untuk menyelenggarakan ujian nasional secara daring atau "online".

"Berdasarkan hasil verifikasi Dirjen Sekolah Menengah Kejuruan, tidak ada sekolah yang memenuhi syarat untuk menyelenggarakan UN secara `online`," kata Panitia Pelaksana Ujian Nasional Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu Wahyu Darma Priatna di Bengkulu, Selasa.

Ia mengatakan Diknas Bengkulu mengusulkan lima Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang akan melaksanakan UN secara daring pada 2015.

Lima SMK tersebut yakni SMKN 1 Kota Bengkulu, SMKN 1 dan SMKN 2 Argamakmur Bengkulu Utara, SMKN 2 Kabupaten Kepahiang, SMKN 1 Bengkulu Selatan.

Dari lima SMK itu, Dirjen SMK memverifikasi tiga SMK untuk menguji kelayakan sebagai penyelenggara UN secara daring yakni SMKN 1 Kota Bengkulu, SMKN 2 Kepahiang dan SMKN 1 Bengkulu Selatan.

"Hasil verifikasi tim bahwa belum ada sekolah yang memenuhi persyaratan, terutama mengenai kelengkapan alat," ujar dia.

Dengan demikian kata Wahyu maka seluruh sekolah akan menggelar UN dengan sistem manual atau menggunakan lembar jawaban.

Wahyu menambahkan bahwa soal UN untuk pelajar SMA sederajat sudah tiba di Bengkulu pada Jumat (27/3) dan soal tersebut disimpan di gudang Kantor Dinas Pendidikan.

Soal ujian tersebut akan dibagi ke kabupaten dan kota, sesuai jumlah peserta UN di daerah itu.

"Pengiriman soal ujian ke Pulau Enggano akan didahulukan karena bergantung pada jadwal kapal laut," ucapnya.

Diknas Provinsi Bengkulu menyebutkan jumlah peserta ujian nasional sebanyak 15.934 orang untuk SMA/MA, sebanyak 70.150 orang pelajar SMK dan sebanyak 1.513 peserta ujian paket C.

***4***

Pewarta: Oleh Helti Marini Sipayung

Editor : Triono Subagyo


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2015