Bengkulu,  (Antara) - Tabuhan musik dol yang merupakan alat musik khas Bengkulu, menyemarakkan malam takbir menyambut 1 Syawal 1436 Hijriah di kompleks Masjid Jamik atau disebut juga Masjid Bung Karno di Kota Bengkulu.

"Kami ingin menyemarakkan malam takbir sekaligus melestarikan alat musik tradisional," kata Joey, ketua Remaja Islam Masjid Jamik (Risja), Kamis malam.

Ia mengatakan ada 50 orang anggota Risja yang secara bergantian menabuh alat musik yang terbuat dari bonggol kelapa yang sudah tua itu.

Tujuh alat musik dol yang menyerupai beduk namun memiliki ukuran diameter lebih besar akan ditabuh hingga pukul 01.00 WIB.

"Tidak hanya anggota Risja, masyarakat umum juga bisa ikut menabuh," ucapnya.

Joey mengatakan kegiatan tersebut sudah digelar selama 20 tahun, setiap menyambut Idul Fitri.

Kegiatan yang dipusatkan di kompleks masjid tersebut diharapkan dapat menghindari acara takbir dengan konvoi kendaraan.

"Kalau konvoi kendaraan bisa mengganggu arus lalu lintas dan berbahaya bagi warga," kata dia.

Pantauan di kompleks masjid yang diarsiteki Bung Karno itu, ratusan warga menyaksikan anggota Risja menabuh dol.

Meski polisi melarang takbir keliling, sekelompok warga dalam jumlah kecil tetap melaksanakan takbir dengan berjalan kaki di Jalan Soeprapto yang merupakan jantung Kota Bengkulu.

Pewarta: Helti Marini Sipayung

Editor : Triono Subagyo


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2015