Sebuah pesawat nirawak (drone) militer Israel menargetkan dan menewaskan empat warga sipil Palestina dengan rudal di daerah Al-Sekka di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, menurut tayangan video Al Jazeera, Kamis (21/3) malam waktu setempat.

Tayangan yang diambil dari pesawat nirawak Israel di Khan Younis pada Februari, menunjukkan pengejaran empat pemuda Palestina dan sasaran mereka dengan beberapa rudal.

Dua di antaranya tewas dengan rudal pertama, kemudian yang ketiga dan keempat tewas dengan dua rudal lagi.

Rekaman tersebut menunjukkan para pemuda mencari rumah mereka atau sisa-sisa rumah mereka, di antara puing-puing di jalan yang dibersihkan oleh kendaraan tentara sebelum mundur dari daerah tersebut.

Dari rekaman tersebut terlihat jelas bahwa keempat warga sipil tersebut tidak membawa senjata dan tidak menimbulkan ancaman apa pun.

Setelah dua pemuda tewas dalam serangan pertama, anak laki-laki ketiga terlihat menjauh dari lokasi sasaran. Namun drone itu mengikuti dan mengebomnya.

Pada Kamis malam, Kantor Media Gaza menganggap pembunuhan empat warga sipil di jalur tersebut oleh drone Israel sebagai bukti krisis mendalam dalam pendudukan Israel.

“Kami mengecam keras kejahatan di mana tentara pendudukan mengebom empat pemuda sipil dengan drone, membunuh mereka dengan penuh dendam dan mengubah mereka menjadi sisa-sisa yang berserakan, yang menunjukkan besarnya krisis mendalam yang dialami oleh pendudukan ini dengan melakukan pembunuhan dengan cara yang mengerikan ini,” demikian pernyataan kantor media tersebut.

“Pemerintah AS, komunitas internasional, dan pendudukan Israel memikul tanggung jawab penuh atas berlanjutnya kejahatan terhadap warga sipil Palestina selama enam bulan berturut-turut (perang),” tambahnya.

Pernyataan tersebut juga menyatakan negara-negara yang memasok berbagai senjata kepada tentara pendudukan, bertanggung jawab atas kejahatan pembunuhan terhadap warga sipil, anak-anak, dan perempuan.

Hampir 32.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, tewas di Gaza, dan hampir 74.200 orang terluka akibat kehancuran massal dan kekurangan kebutuhan pokok.

PBB melaporkan serangan Israel, yang kini memasuki hari ke-167, telah menyebabkan 85 persen penduduk Gaza terpaksa mengungsi di tengah blokade yang melumpuhkan sebagian besar makanan, air bersih, dan obat-obatan, sementara 60 persen infrastruktur di wilayah kantong tersebut telah rusak atau hancur.

Israel dituntut karena melakukan genosida di Mahkamah Internasional, yang pada Januari mengeluarkan putusan sela yang memerintahkan Tel Aviv menghentikan tindakan genosida dan mengambil tindakan untuk menjamin bahwa bantuan kemanusiaan diberikan kepada warga sipil di Gaza.

Sumber: Anadolu

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2024