Rejanglebong (Antara) - Sub divisi regional Bulog Curup, Provinsi Bengkulu, menyatakan siap untuk melaksanakan operasi pasar guna menekan lonjakan harga beras dalam tiga lokasi di daerah itu.

Kepala Seksi Pelayanan Umum Subdivre Bulog Curup Jajang Nurohman di Rejanglebong, Kamis, mengatakan tiga wilayah yang menjadi sasaran adalah Kabupaten Rejanglebong, Lebong dan Kabupaten Kepahiang.

"Kami siap melakukan operasi pasar, tapi sampai sekarang surat permintaan dari Pemkab Rejanglebong belum kami terima. Jika sudah ada suratnya, akan lanjutkan ke atasan sehingga bisa dilaksanakan," katanya.

Stok beras yang tersedia di gudang Bulog Curup saat ini lebih dari 1.000 ton yang diperkirakan mencukupi untuk kebutuhan dalam tiga hingga empat bulan kedepan serta persiapan operasi pasar.

Selain stok yang dikuasai atau stok di gudang, jumlah itu belum termasuk stok yang sedang dalam perjalanan pengiriman menuju Bengkulu baik yang berasal dari Jawa maupun daerah lainnya, sehingga kebutuhan stok ini tidak perlu khawatirkan.

Sejauh ini perkembangan harga jual beras di dalam tiga wilayah khususnya Rejanglebong mengalami kenaikan yang dipicu oleh pengaruh musim kemarau dan el nino sehingga banyak sawah petani yang gagal panen atau tidak bisa melakukan aktivitas penanaman.

Beberapa faktor itu disebutnya memungkinkan dilaksanakannya operasi pasar.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Rejanglebong Suhandak melakukan inspeksi ke sejumlah pedagang beras di kawasan Pasar Atas Curup dan mendapati adanya kenaikan harga jual beras berbagai kualitas dengan besaran hingga 10 persen dari harga sebelumnya.

"Harga beras ini untuk semua jenis mengalami kenaikan hingga 10 persen dari sebelumnya dimana harga terendah untuk kualitas asalan sebelumnya di jual kurang di bawah Rp140.000 perkaleng sekarang sudah Rp150.000 perkaleng. Sedang untuk beras kualitas bagus, di jual pedagang rata-rata Rp180.000 per kaleng atau Rp11.250 per kg," katanya.

Selain itu untuk beras kemasan atau kampilan yang memiliki hak paten paling murah dijual Rp195.000 perkampil ukuran 20 kilogram dengan merek Rojolele dan untuk beras Cap Manggis seharga Rp250.000 perkampil.

Kenaikan harga jual beras itu terjadi di seluruh Tanah Air mengingat saat ini sedang musim kemarau sehingga banyak petani yang belum melakukan cocok tanam, kalau pun ada yang bercocok tanam luasan arealnya juga sangat terbatas. ***3***

Pewarta: Nur Muhammad

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2015