Belanda, kata menteri pertahanan negara itu, akan menyediakan lebih dari 213 juta dolar AS (Rp3,4 triliun) kepada Ukraina untuk membantu pertahanan udara dan amunisi.

“Belanda akan memberikan lebih dari 200 juta euro sebagai dukungan militer tambahan ke Ukraina untuk pertahanan udara dan amunisi artileri," tulis Menteri Pertahanan Belanda Kajsa Ollongren di X, Jumat (19/4).

"Saya mengumumkan hal ini hari ini pada pertemuan antara menteri pertahanan @NATO, @ZelenskyyUa dan @jensstoltenberg. Kita tidak punya waktu untuk kalah," ujarnya. 

Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan Ukraina akan terus kehilangan penduduk dan wilayah jika negara-negaranya mitranya tidak memberikan bantuan kepada Kiev.

Pada pertengahan April, pemerintah Belanda menyetujui alokasi bantuan tambahan sebesar 4,4 miliar euro (Rp76,2 triliun) ke Ukraina untuk 2024-2026.

Pada akhir Januari, pihak berwenang Belanda mengumumkan bahwa mereka akan mengalokasikan 122 juta Euro (Rp2,1 triliun) ke Kiev untuk membantu amunisi, peralatan militer, dan peningkatan keamanan siber.

Rusia telah melakukan operasi militer khusus di Ukraina sejak 24 Februari 2022. Presiden Putin mengatakan operasi tersebut bertujuan untuk melindungi orang-orang yang menjadi sasaran genosida oleh rezim Kiev selama delapan tahun.

Bagi Putin, tujuan akhir operasi tersebut adalah untuk membebaskan Donbas serta menciptakan kondisi yang menjamin keamanan Rusia.

Rusia sebelumnya mengirimkan catatan ke NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) karena pasokan senjata ke Ukraina.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov memperingatkan bahwa kargo apa pun yang berisi senjata untuk Ukraina akan menjadi target serangan yang sah bagi Rusia.
 

Sumber: Sputnik

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2024