Mukomuko (Antara) - Kantor Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mengakui kesulitan mengawasi aktivitas pengurus gerakan fajar nusantara (Gafatar) yang sudah pindah alamat dari Kecamatan Ipuh.

"Alamat Gafatar yang terdaftar di instansi ini di Desa Pulai Payung, Kecamatan Ipuh. Tetapi sekarang pengurus organisasi itu sudah pindah, karena rumah kontrakan yang mereka sewa sudah di tempati orang lain," kata Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Politik, dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kabupaten Mukomuko, Bismarifni, melalui Staf Intelijen Yanto Supriadi di Mukomuko, Minggu.

Ia mengatakan berdasarkan informasi dari warga masyarakat di Desa Pulai Payung, pengurus Gafatar itu pindah alamat pada bulan Oktober 2015.

Namun, ia mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan alamat baru pengurus Gafatar tersebut. Karena tidak ada warga di wilayah tempat tinggal yang lama organisasi itu yang mengetahui.

"Kami dapat informasi mereka pindah dari Kecamatan Ipuh ke Kecamatan Teras Terunjam. Tetapi kami tidak bisa memastikan kebenarannya," ujarnya.

Kesbangpolinmas, pengawas aliran kepercayaan masyarakat (Pakem), dan aparat kepolisian resor setempat, katanya, masih terus mencari keberadaan pengurus Gafatar di daerah itu.

Ia berharap, masyarakat di daerah itu dapat melaporkan tempat tinggal pengurus Gafatar itu. Agar instansi itu dapat mengawasi aktivitasnya organisasi tersebut.

Lembaga swadaya masyarakat (LSM) Gafatar ini terdaftar di instansi itu tanggal 19 Januari 2015 dengan nomor register 220/22/F.3/I/2015. Organisasi ini bergerak di bidang sosial. ***2***

Pewarta: Ferri Arianto

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2016