Surabaya (ANTARA Bengkulu) - Macan Tutul (Panthera pardus) asal Jawa yang kini ada di Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur, diperkirakan tinggal ada tujuh sampai 10 ekor.

"Saya berhasil memotretnya pada 18 Februari lalu, dan foto itu merupakan pertama kalinya setelah 22 tahun," kata fotografer margasatwa asal Gresik, Nurdin Razak di Surabaya, Kamis.

Ia mengemukakan hal itu kepada ANTARA di sela-sela persiapan pameran foto bertajuk "Surabaya Wildlife Photo" di Galeri Seni "House of Sampoerna" Surabaya, 26 Mei-17 Juni.

Menurut dosen D3 Jurusan Pariwisata Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu, Macan Tutul Jawa itu dibidik pada Sabtu (18/2) dini hari dalam posisi berhadapan dengan dirinya.

"Kalau dia meloncat dan menerkam, maka saya sudah tidak ada lagi di dunia ini. Ya itu risiko, tapi saya tetap bersyukur, karena paling tidak foto Macan Tutul Jawa itu ada," tuturnya.

Ia menjelaskan Macan Tutul Jawa itu tergolong langka atau kategori merah, karena jumlahnya tinggal 250 ekor di dunia, tapi dirinya menduga di TN Baluran ada tujuh sampai 10 ekor.

"Kalau memperhatikan radius taman nasional itu dan jangkauan kucing besar itu, saya menduga macan itu di Baluran sudah tinggal tujuh sampai sepuluh ekor," paparnya.

Fotografer yang sudah menjelajah 33 taman nasional di Pulau Jawa dan Bali itu mengatakan, Macan Tutul Jawa yang diabadikan itu memiliki panjang 1,8 meter dari ekor hingga kepala.

"Saya perkirakan usianya 2,5 tahun dengan jenis kelamin jantan dengan warna orange (jingga) kecokelatan perpaduan 'sport' hitam. Saya menemukan dan membidiknya di sekitar area evergreen hutan Baluran atau 4,7 kilometer selatan Bekol," ujarnya.

Ia mengaku berhasil mengabadikan dengan 10 jepretan menggunakan kamera foto yang tentu saja melalui proses penyamaran yang ekstra hati-hati.

"Saat itu, saya sedang 'tracking' malam hari bersama Polisi Hutan Baluran dengan mobil rangers, tiba-tiba saya melihat macan tutul itu dan saya pun memotretnya," tukasnya, mengungkapkan.

Dalam pameran di HoS Surabaya itu, ia memamerkan 26 karya foto tentang aktivitas sembilan spesies burung yang biasa bertandang (migrasi) di kawasan pesisir timur Surabaya.

"Empat dari puluhan foto itu merupakan foto sekuel yang berjumlah 3-6 foto dalam satu bingkai. Saya mengadikan 26 foto itu dalam 3-4 tahun, bahkan foto sekuel itu selama 1,5 tahun, karena mulai dari pacaran, kawin, bertelur, dan seterusnya," katanya.(Ant)

Pewarta:

Editor : AWI-SEO&Digital Ads


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2012