Rejanglebong (Antara) - Hujan deras yang melanda Kabupaten Rejanglebong, Bengkulu, Sabtu malam (16/4) mengakibatkan 10 hektare sawah di Kecamatan Curup Utara rusak dan terancam gagal panen.

Menurut keterangan Hardi Junaidi (40), Ketua Kelompok Tani Tanjung Indah, Desa Batu Panco, Kecamatan Curup Utara, Minggu, meluapnya Kali Musi di daerah tersebut selain merusak sawah juga mengakibatkan satu ekor ternak jenis kerbau mati terendam air.

"Airnya naik dengan cepat, saat kejadian saya sedang tidur di pondok di sawah, sekitar jam 22.00 WIB air mulai naik dan jam 23.00 WIB sudah merendam sawah sampai setinggi 1,5 meter," katanya.

Luapan air Kali Musi tersebut, kata dia, selain berupa lumpur dan juga potongan kayu serta balok sisa penebangan hutan. Akibatnya sawah mereka yang ditanami padi dan tinggal menunggu panen roboh.

Adapun tanaman padi petani milik petani yang mengalami kerusakan ini tambah dia, antara lain milik Tarmizi seluas 1,5 hektare, Adil sekitar satu hektare dari luasan sawahnya seluas 1,5 hektare. Selanjutnya milik Hardi Junaidi dua hektare, Ica satu hektare.

Selanjutnya Sahrul 0,5 hektare, Didi 0,5 hektare, Burhan satu hektare, Salal seluas satu hektare, Jafri 0,5 hektare dan milik Rudi Pungut 0,5 hektare.

Akibat kejadian ini, kalangan petani di daerah itu mengalami kerugian hingga mencapai Rp80 juta akibat rusaknya tanaman padi, dan matinya satu ekor indukan kerbau yang ditaksir seharga Rp20 juta.

Sementara itu Tarmizi (37) salah seorang petani setempat mengharapkan Pemkab Rejanglebong dan dinas terkait lainnya dapat memberikan bantuan kepada mereka sehingga mereka bisa meneruskan usaha bercocok tanam, apalagi mereka kebanyakan merupakan petani penggarap bukan pemilik lahan.***4***

Pewarta:

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2016