Bengkulu (Antara) - Kantor Kementerian Agama Provinsi Bengkulu menyebutkan sebanyak 300 pendeta yang memimpin perayaan Natal 2016 di seluruh gereja di Bengkulu.

Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Bustasar di Bengkulu, Minggu, mengatakan, perayaan Natal 2016 di Provinsi Bengkulu berlangsung aman tertib dan damai.

"Ini tidak lepas dari kerukunan umat beragama, nilai toleransi di Bengkulu sangat bagus," kata dia.

Umat nasrani kata dia menyelenggarakan prosesi natal dengan aman, damai dan khidmat, setiap gereja juga mendapatkan penjagaan dari pihak kepolisian.

"Tidak perlu cemas, berdoalah dengan khidmat, daerah kita daerah aman, dan pihak kepolisian juga sudah memberikan pengamanan," kata dia lagi.

Bustasar menitipkan pesan lewat 300 pendeta agar tetap menanamkan nilai toleransi, kebinekaan, kedamaian dan saling menghormati baik sesama, maupun antar umat beragama.

"Dan kita juga mengimbau masyarakat yang tidak merayakannya untuk ikut menghormati kepercayaan saudara kita," katanya.

Keberagaman menurut dia bukanlah sesuatu yang harus dipertentangkan namun sejatinya saling melengkapi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Perpecahan dan perselisihan hanya akan menyebabkan konflik yang tak berkesudahaan dan meningkatkan potensi kehancuran bangsa dari dalam.

"Mari kita saling menjaga negara yang kita cintai, kita lah yang harus mewariskan NKRI kepada anak cucu-cucu kita, yakni sebagai negara yang kuat, berdaya saing, maju, dan menjadi salah satu kekuatan dunia," ujarnya.***4***

Pewarta: Boyke LW

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2016