PT Pertamina Patra Niaga Sumbagut menegaskan bahwa mereka hanya menjadi pelaksana program pemerintah dalam penerapan sistem barcode untuk pengisian BBM bersubsidi di Aceh, sehingga tidak bisa mengambil kebijakan apapun mengenai hal tersebut untuk mengecualikan Aceh.
"QR Code itu memang inisiasinya dari pemerintah, Pertamina sebagai operator pelaksana dari program pemerintah. Jadi, Pertamina melaksanakan ketentuan dari peraturan pemerintah," kata Area Manager Commrel & CSR Pertamina Patra Niaga Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw saat dikonfirmasi dari Banda Aceh, Kamis.
Pernyataan ini disampaikan sebagai respon atas permintaan Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem untuk meninjau kembali penerapan barcode BBM bersubsidi di Aceh dalam pertemuan dengan PT Pertamina Sales Area Manager Retail Aceh, di Banda Aceh Selasa (21/10).
Dalam pertemuan itu, Muzakir Manaf menyatakan terus berusaha agar untuk Aceh tidak lagi menggunakan barcode, mengingat banyak masyarakat yang tak bisa mengisi BBM hanya karena belum mempunyai QR Code tersebut.
Fahrougi mengatakan, penerapan sistem barcode pengisian BBM bersubsidi ini bagian dari program subsidi tepat, dan dijalankan berdasarkan kebijakan pemerintah melalui Kementerian ESDM dan BPH Migas.
Editor : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2025