Kota Meksiko (Antara/Reuters) - Gempa berkekuatan 8,1 Skala Richter melanda pantai selatan Meksiko pada Kamis, kata Lembaga Pemantau Geologi AS (USGS), mengguncang bangunan hingga ke Guatemala dan menyebabkan warga berhamburan di jalan-jalan ibu kota.

Badan perlindungan sipil Meksiko mengatakan bahwa gempa tersebut adalah gempa terkuat yang melanda ibu kota sejak gempa dahsyat 1985, yang meratakan wilayah kota Meksiko dan menewaskan ribuan orang.

Tidak ada laporan segera tentang kerusakan besar yang timbul akibat gempa, namun terlihat beberapa jendela di sebuah bandar udara pecah dan terjadi pemadaman listrik di beberapa daerah utama sekitar ibu kota. Hiasan dinding sebuah hotel runtuh di kota wisata Oaxaca, kata seorang saksi mata.

Sejumlah warga di ibu kota, yang merupakan salah satu kota terbesar di dunia, berlarian ke jalan dengan masih menggunakan piyama. Suara alarm terdengar setelah gempa terjadi sebelum tengah malam itu, kata seorang saksi.

Di sebuah daerah pusat kegiatan, puluhan orang berdiri di luar bangunan setelah gempa terjadi, beberapa menutup tubuhnya dengan menggunakan selimut, mencoba melawan dinginnya udara malam. Beberapa anak-anak terlihat menangis.

Liliana Villa (35), tengah berada di apartemennya ketika gempa terjadi dan dia melarikan diri ke jalan dengan masih mengenakan piyamanya.

"Rasanya mengerikan, dan saya pikir, bangunan ini akan runtuh," katanya.

Pusat gempa berada sekitar 123 kilometer sebelah barat daya kota Pijijiapan, pada kedalaman pada 43 mil. Gelombang tsunami luas dan berbahaya kemungkinan dapat terjadi dalam waktu tiga jam, kata Pusat Peringatan Tsunami Wilayah Pasifik.

USGS melaporkan bahwa telah terjadi beberapa gempa susulan, lebih besar dari 5 pada SkalaRicter.

Perusahaan minyak negara, Pemex, mengatakan bahwa pihaknya masih memeriksa kerusakan pada instalasi, termasuk kilang Salina Cruz di wilayah yang sama dengan pusat gempa.

"Saya belum pernah merasakan bumi berguncang begitu hebat. Awalnya saya tertawa, tapi ketika lampu padam saya tidak tahu harus berbuat apa," kata Luis Carlos Briceno, seorang arsitek, berusia 31 tahun yang sedang berkunjung ke Kota Meksiko.

"Saya hampir terjatuh," tambahnya.

Pewarta:

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2017