Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu meresmikan Program Gerakan menanam untuk iklim dan tata kota hijau (Gempita) dengan menanam sebanyak 1.000 bibit pohon Kamboja di sepanjang median jalan Aru Kecamatan Selebar.
"Penanaman pohon Kamboja ini dilakukan untuk penghijauan serta menjaga iklim di Kota Bengkulu," kata Wakil Wali Kota Bengkulu Ronny PL Tobing di Bengkulu, Jumat.
Melalui program tersebut juga untuk penghijauan di kawasan Kota Bengkulu sebagai salah satu strategi penting untuk mitigasi perubahan iklim global.
Oleh karena itu, dengan adanya program penanaman 1.000 pohon tersebut dapat menjadi satu langkah strategi krusial untuk menciptakan lingkungan yang lebih sejuk, bersih, dan berkelanjutan dalam menghadapi krisis iklim di Kota Bengkulu.
Selain melalui Program Gempita, Pemkot Bengkulu juga telah menjalankan Program Gerakan menanam serba buah (Genambah) bagi seluruh masyarakat khususnya warga yang ingin menikah wajib membawa satu tanaman buah.
Untuk bibit buah-buahan tersebut seperti buah mangga, jambu, kelengkeng, rambutan, sawo, manggis, nangka, pisang, pepaya, pokat, sirsak, nanas dan lain-lainnya.
Melalui program tersebut, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) mendukung Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, sangat mendukung Program Genambah yang telah berjalan hampir satu tahun tersebut.
Pada program tersebut calon pengantin wajib menanam satu bibit pohon berbuah sebelum menikah dan penanaman bisa dilakukan di pekarangan rumah ataupun sesuai permintaan calon pengantin.
"Baru Kota Bengkulu yang menggagas ini, dan ini bukan memuji tetapi benar adanya. Oleh karena itu, kami antusias sekali. Dengan dorongan pemerintah, bapak Wali Kota Bengkulu bersama jajarannya, kementerian agama siap," sebut Kepala Kemenag Kota Bengkulu Nopian Gustari.
Editor : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2026