Dewan Pengurus Cabang Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPC KSPSI) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, mendesak para pelaku usaha di wilayah itu untuk memberikan upah kepada pekerja sesuai dengan standar upah minimum kabupaten (UMK).
Ketua DPC KSPSI Rejang Lebong Edi Sarmiki saat ditemui usai peringatan Hari Buruh Internasional di GOR Curup Kabupaten Rejang Lebong, Jumat, menyatakan bahwa pemenuhan upah layak merupakan kunci utama dalam meningkatkan kesejahteraan buruh di daerah tersebut.
"Pada peringatan May Day kali ini, kami sangat berharap pelaku usaha di Rejang Lebong dapat memberikan upah yang layak sesuai dengan UMK maupun UMP. Hal ini penting agar kesejahteraan buruh kita bisa meningkat secara nyata," kata dia.
Dia mengungkapkan, berdasarkan pantauan pihaknya di lapangan, mayoritas pelaku usaha di Rejang Lebong masih memberikan upah di bawah ketentuan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Rejang Lebong yang telah ditetapkan sebesar Rp2,8 juta per bulan.
Menurut Edi, pemberian upah seharusnya mengacu pada regulasi yang berlaku, termasuk perlindungan pekerja yang diamanatkan oleh undang-undang. Sehingga diharapkan ketentuan UMK dapat segera diterapkan secara menyeluruh oleh seluruh sektor usaha.
"Harapannya ketentuan UMK Kabupaten Rejang Lebong ini benar-benar diterapkan oleh pelaku usaha dalam pembayaran upah pekerjanya," tambahnya.
Sejauh ini, jumlah buruh yang tergabung dalam KSPSI Kabupaten Rejang Lebong mencapai 7.000 orang yang terbagi dalam tujuh Pimpinan Cabang (PC). Mereka mencakup sektor bangunan (PPO), transportasi (SPTI) yang terdiri dari tukang ojek dan sopir taksi, serta pekerja di sektor perkebunan dan pertanian.
Selain menuntut upah layak, Edi juga berharap pemerintah daerah memberikan kemudahan bagi anggota KSPSI dalam menjalankan aktivitas ekonomi mereka, baik dalam urusan birokrasi, sektor bongkar muat, maupun transportasi.
Sementara itu, pada peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026, DPC KSPSI Rejang Lebong bekerja sama dengan Pemkab Rejang Lebong, Bulog, dan unsur Forkopimda menggelar pasar murah di halaman GOR Curup.
Kegiatan ini secara khusus menyasar para istri pekerja di Kabupaten Rejang Lebong agar bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
"Pasar murah ini diperuntukkan bagi istri para pekerja. Mereka dapat berbelanja komoditas seperti beras, minyak goreng, gula, cabai, hingga bawang merah dan putih dengan harga di bawah pasar," demikian Edi Sarmiki.
Editor : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2026