London (Antaranews Bengkulu) - Lucas Moura mengemas dua gol ketika Tottenham Hotspur menang 3-0 atas Manchester United pada pertandingan liga di Old Trafford, ketika pertahanan pasukan Jose Mourinho kembali dapat diluluh lantakkan.

Itu merupakan penampilan yang tajam dan impresif dari Tottenham asuhan Mauricio Pochetino, dimana ketiga gol tercipta setelah turun minum, dan membuat United serta Mourinho menghadapi banyak pertanyaan.  

United telah dua kali kalah pada tiga pertandingan pembukaan mereka musim ini, dan kemasukan enam gol pada dua pertandingan terakhirnya.

Terdapat kejadian aneh di akhir pertandingan ketika Mourinho berdiri di depan Stretford End selama hampir satu menit, bertepuk tangan kepada para penggemar tuan rumah yang tersisa.

Manajer Portugal itu menyuarakan hal serupa saat diwawancarai setelah pertandingan, menyoroti yel-yel dukungan dari para penonton.

"Kami bekerja sepanjang pekan dan dari sudut pandang taktik, kami tidak kalah, namun kami kalah dalam permainan," kata Mourinho, yang merasa diserang oleh media.

"Namun semua penggemar kami tidak membaca koran, semua penggemar kami tidak menonton televisi, semua penggemar kami lebih cerdas dari itu -- mereka menjawabnya dengan cara yang benar-benar mengagumkan."

"Saya tidak berpikir bahwa merupakan hal yang normal untuk kalah di kandang sendiri dan para pendukung bereaksi seperti yang mereka lakukan."

Mourinho kemudian meninggalkan konferensi pers sambil melambaikan tiga jari untuk menegaskan jumlah gelar Liga Inggris yang pernah ia menangi, dan dengan marah menuntut "respek,respek, respek" dari para pewarta.

Setelah kekalahan 2-3 dari Brighton pada pekan lalu, Mourinho melakukan enam perubahan dan menyimpan dua bek tengahnya, Eric Bailly dan Victor Lindelof.

Dengan dimainkannya Antonio Valencia, Ander Herrera, Nemanja Matic, dan Jesse Lingard sebagai pemain inti, United terlihat lebih kuat.

Mourinho memilih untuk menerapkan formasi tiga pemain bertahan dengan menduetkan pasangan Inggris Chris Smalling dan Phil Jones, yang secara mengejutkan ditemani gelandang Spanyol Ander Herrera.

    
"Back pass" yang buruk
United awalnya terlihat menjanjikan pada babak pertama di mana pemain Brazil Fred menemukan banyak ruang, dan semestinya mampu unggul melalui Romelu Lukaku setelah ia mendapat hadiah dari "back pass" yang dilepaskan Danny Rose.

Bagaimanapun, setelah mengecoh Hugo Lloris, penyerang Belgia ini justru melepaskan tembakan melebar.

Spurs dua kali menggebrak pada tujuh menit pertama babak kedua, ketika mereka mempertahankan rekor 100 persennya.        

Harry Kane sempat mundur sebelum menyerang dengan bola ketika ia melompat mengungguli Jones untuk menanduk tendangan sudut Kieran Trippier pada menit ke-50, dan dua menit kemudian Moura mencetak gol setelah serangan balik dan kiriman umpan silang mendatar dari Christian Eriksen.

Moura memastikan kemenangan timnya, meluik-luik melewat Chris Smalling sebelum dengan percaya diri menakukkan David De Gea.

Mourinho telah menegaskan sepanjang musim panas bahwa ia menginginkan bek tengah yang baru, dan timnya telah memperlihatkan dalam sembilan hari terakhir mengapa hal itu perlu diwujudkan.

Bagi Pochettino, ini merupakan pernyataan mengenai tekad timnya di tempat di mana Spurs kalah 21 kali dari 26 pertandingan mereka sebelumnya.

"Ini merupakan kemenangan besar bagi kami dan saya sangat bangga dengan penampilan ini. Sulit untuk mengalahkan Manchester United di Old Trafford. Mereka (tampil) lebih baik di babak pertama namun kami mendominasi dari sana dan "clean sheet" merupakan bonus," kata pria Argentina itu.

"Ini baru awal musim dan kami perlu konsisten. Kami perlu realistis namun ingin terus menekan dan membangun kebugaran kami. Banyak pemain kami yang hanya berlatih tiga pekan namun kami ingin membangun sesuatu yang istimewa."

Pewarta: -

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2018