Yogyakarta (Antaranews Bengkulu) - Presiden Joko Widodo mengaku heran penggunaan "stuntman" yang menggantikan peran dirinya saat beraksi menaiki motor gede dalam pembukaan Asian Games 2018 dipermasalahkan.

"Sebenarnya problemnya kan bukan saat naik sepeda motor, tapi yang diurus kok yang begitu, masalah 'stuntman'," kata Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat pembukaan Mahasabha atau Kongres Nasional XI Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia di Yogyakarta, Rabu.

Jokowi mengaku sebelum adegan itu dibuat, sekitar 1,5 tahun lalu ia didatangi Direktur Kreatif Upacara Pembukaan Asian Games 2018 Wishnutama dan Ketua Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) Eric Thohir yang selanjutnya menyodorkan tiga alternatif adegan kepadanya, mulai aksi yang biasa, agak ekstrem, dan ekstrem. 

"Lalu saya pilih yang ekstrem, dirancang lalu dihadirkan seperti itu," kata dia.

Menurut Presiden, rangkaian aksi dirinya menaiki motor gede merupakan rancangan event organizer (EO) yang semata-mata untuk menghadirkan hiburan sebagai tuan rumah perhelatan Asian Games 2018.

Ia mengaku tidak habis pikir jika pada akhirnya sebagian politisi mempermasalahkan hal yang tidak perlu dipermasalahkan, khususnya dalam pemakaian stuntman.

"Ya masak saya suruh main sendiri? Logikanya presiden suruh 'jumping' seperti itu, yang bener sajalah. Orang-orang politik itu memang kadang-kadang, aduh, ini kan tontonan, ini kan hiburan. Yang tidak perlu dipermasalahkan, ya gak perlu dipermasalahkan lah," ucap dia.

"Jadi sekali lagi Presiden disuruh akrobat seperti itu, ya gila bro," ujarnya.

Menurut Jokowi, yang seharusnya dilihat dan diapresiasi dalam adegan pembukaan itu adalah bagaimana anak bangsa menyajikan berbagai atraksi yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia dalam pembukaan Asian Games 2018.

"Ini yang mengerjakan 99 persen anak muda semuanya. Artinya setelah kita bandingkan dengan pembukaan di negara lain tidak kalah kita, mulai manajemen pencahayaan, manajemen panggung, hingga manajemen tari tidak kalah," kata dia.

Pewarta: Luqman Hakim

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2018