Rejang Lebong (Antaranews Bengkulu) - Komandan Korem 041/Garuda Mas Bengkulu Kol Inf Irnando Arnold B Sinaga saat berada di Kabupaten Rejang Lebong, Minggu, menekankan prajurit TNI di daerah ini harus menjaga netralitas pada Pemilu 2019 mendatang.

"Mendekati pelaksanaan pemilu legislatif dan pemilu presiden saya selalu menekankan kepada prajurit TNI untuk menjaga netralitas, karena netralitas ini adalah alat pemersatu bangsa," kata Danrem.

Jika ada prajurit TNI yang tidak netral, kata dia lagi, akan membahayakan kesatuan bangsa, misalnya adanya anggota TNI yang mendukung satu partai tertentu dan anggota TNI lainnya juga mendukung partai tertentu sehingga akan memecah belah persatuan.

Bagi anggota TNI di jajaran Korem 041/Gamas Bengkulu harus menjadi tetap menjaga netralitas mereka, karena prajurit TNI aktif adalah alat pertahanan negara sehingga tidak boleh ikut terlibat dalam politik praktis.

Berkaitan adanya pemasangan spanduk-spanduk yang bermuatan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) di Kota Bengkulu beberapa hari yang lalu, kata dia, pihaknya saat ini ikut menjaga ketertiban masyarakat dan mensosialisasikan mengenai wawasan kebangsaan agar tidak mudah dipecah belah oleh isu-isu yang bisa merusak kerukunan umat beragama.

Adanya pemasangan spanduk HTI dan JAD di wilayah Kota Bengkulu itu, menurut penilaian dirinya, dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab dan berupaya mengadu domba masyarakat Bengkulu.

Dia mengimbau kalangan masyarakat Bengkulu agar tetap menjaga kerukunan umat beragama dan tidak mudah terpancing dengan isu SARA menjelang pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019 mendatang.

Pewarta: Nur Muhamad

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2018