Bengkulu (Antaranews Bengkulu) - Zulkarnedi, seorang nelayan di Desa Pekik Nyaring Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu menangkarkan empat jenis penyu di penangkaran sederhana yang dibangun di sekitar pantai Pekik Nyaring.

“Awalnya kami mendapat bimbingan tentang hewan laut yang dilindungi, ternyata penyu termasuk salah satu hewan laut yang langka,” kata Zulkarnedi saat ditemui di area penangkaran penyu di Pekik Nyaring, Kamis.

Penangkaran penyu mulai ia bangun pada 2016 dengan dorongan untuk pelestarian sebab selama ini masyarakat sekitar desa itu hanya mengetahui penyu sebagai hewan laut.

Awalnya kata Zulkarnedi, hanya ada satu jenis penyu yang ditangkarkan yakni penyu lekang (Lepidochelys olivacea) lalu ditemukan telur jenis penyu lainnya seperti penyu sisik (Eretmochelys imbricata) dan penyu hijau (Chelonia mydas) serta terakhir jenis penyu belimbing (Dermochelys coriacea).

Penangkaran penyu sisik dan penyu hijau dimulai pada 2017 setelah ia mengamankan telur-telur penyu tersebut dari Pantai Pekik Nyaring dan sekitarnya. Selanjutnya, pada awal 2019 ia pun menangkar jenis penyu belimbing yang saat ini sedang dalam proses pengeraman.

Menurut Zulkarnedi, penangkaran penyu yang dilakukan sendiri itu merupakan bagian dari balas budi terhadap alam di mana selama ini nelayan hanya fokus mencari dan menangkap ikan.

“Nelayan di sini hanya tahunya menangkap ikan saja sehingga saya tergerak untuk membudidayakan hewan laut yang sudah langka ini,” ujarnya.

Sejak awal menangkar penyu, ia sudah melepasliarkan sebanyak 450 ekor anak penyu atau disebut tukik. Kini lanjut Karnedi, ia mendapat dukungan dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) kemudian dukungan dari mahasiswa pecinta alam yang mendukung untuk mengumpulkan donasi pelestarian penyu.

Ia berharap penangkaran penyu ini nantinya bisa menjadi objek wisata edukasi bagi generasi muda khususnya untuk mengenal hewan laut yang dilindungi.

Pewarta: Putri Afriyanti Dewi

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2019