Bengkulu (ANTARA Bengkulu - Buah mangga dari Indramayu, Jawa Barat, sepekan terakhir membajiri banjiri pasar di Kota Bengkulu, sehingga menyingkirkan buah mangga lokal.
Buah mangga dari indramayu itu berbagai jenis mulai dari harum manis, mangga golek dan lainnya dengan harga terjangkau, kata seorang pedagang buah mangga Aang Sumantri di Bengkulu, Sabtu. Ia menjelaskan, untuk harga mangga harum manis dijual Rp13.000, mangga golek Rp18.000 dan buang mangga madu Rp10.000/kg.
"Kami menghabiskan ratusan kilogram per tiga hari karena pasokan dari Indramayu masuk setiap minggu, dengan menggunakan angkutan darat," katanya. Buah mangga dari Indramayu itu meyingkirkan mangga lokal karena disamping rasanya lebih manis juga dalam dagingnya tidak berulat.
Sedangkan mangga lokal konsumen kecewa akibat banyak busuk karena buahnya kebetulan musim kemarau, berbeda dengan pada musim hujan. "Saya dipasok buah mangga lokal dari Bengkulu utara dan Bengkulu Selatan, namun setelah buah manggan Indramayu masuk buah lokal kurang diminati," ujarnya.
Seorang pemilik gudang buah di Kota Bengkulu Hermansyah mengatakan, pada musim kemarau ini buah paling diminati masyarakat hanya buah mangga dan semangka. Sebelumnya ada pasokan buah durian dari Kecamatan Padang Ulaktanding, Kabupaten Rejang Lebong, namun sepekan terakhir pasokan mulai berkurang.
Informasinya, buah durian dari perbatasan Bengkulu-Lubuklinggau itu mulai panen raya bulan depan, sedangkan selama ini buah selang, ujarnya.(Z005)
COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2012
Buah mangga dari indramayu itu berbagai jenis mulai dari harum manis, mangga golek dan lainnya dengan harga terjangkau, kata seorang pedagang buah mangga Aang Sumantri di Bengkulu, Sabtu. Ia menjelaskan, untuk harga mangga harum manis dijual Rp13.000, mangga golek Rp18.000 dan buang mangga madu Rp10.000/kg.
"Kami menghabiskan ratusan kilogram per tiga hari karena pasokan dari Indramayu masuk setiap minggu, dengan menggunakan angkutan darat," katanya. Buah mangga dari Indramayu itu meyingkirkan mangga lokal karena disamping rasanya lebih manis juga dalam dagingnya tidak berulat.
Sedangkan mangga lokal konsumen kecewa akibat banyak busuk karena buahnya kebetulan musim kemarau, berbeda dengan pada musim hujan. "Saya dipasok buah mangga lokal dari Bengkulu utara dan Bengkulu Selatan, namun setelah buah manggan Indramayu masuk buah lokal kurang diminati," ujarnya.
Seorang pemilik gudang buah di Kota Bengkulu Hermansyah mengatakan, pada musim kemarau ini buah paling diminati masyarakat hanya buah mangga dan semangka. Sebelumnya ada pasokan buah durian dari Kecamatan Padang Ulaktanding, Kabupaten Rejang Lebong, namun sepekan terakhir pasokan mulai berkurang.
Informasinya, buah durian dari perbatasan Bengkulu-Lubuklinggau itu mulai panen raya bulan depan, sedangkan selama ini buah selang, ujarnya.(Z005)
Editor : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2012