Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu meminta masyarakat daerah itu untuk mewaspadai penyebaran hoaks atau kabar bohong menjelang Pilkada serentak 2020 di wilayah itu.

Kepala Diskominfo Kabupaten Rejang Lebong, Fery Najamudin di Rejang Lebong, Jumat, mengatakan, pihaknya mendekati pelaksanaan Pillkada serentak berupa pemilihan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu serta pemilihan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong pada 23 September mendatang penyebaran kabar bohong atau hoaks bisa memicu perpecahan di masyarakat harus diantisipasi sejak jauh hari sehingga tidak berkembang.

"Kita mengingatkan masyarakat Kabupaten Rejang Lebong untuk tidak mudah percaya dengan berita-berita yang belum tentu kebenarannya atau hoaks, karena jika terpancing akan memicu perpecahan di masyarakat," ujar dia.

Kalangan masyarakat Rejang Lebong juga diminta untuk menjadikan pesta demokrasi lima tahunan itu sebagai momentum mempersatukan bangsa dan bukan pemecah belah bangsa walaupun berbeda-beda pilihan.

"Pilihan politik boleh berbeda-beda tetapi kita harus menjaga kerukunan. Jangan sampai karena beda pilihan, kita terpecah belah. Momen ini jangan dijadikan ajang untuk saling serang namun dijadikan momen untuk saling menguatkan agar tak ada perpecahan," tambah dia.

Kalangan masyarakat Rejang Lebong yang mendapati berita-berita yang belum diketahui kebenarannya agar tidak langsung membagikannya, namun meneliti terlebih dahulu asal usul berita maupun media yang menulisnya.

Sementara itu, untuk membantu pemerintah menangkal penyebaran berita hoaks dirinya berharap kalangan wartawan di Provinsi Bengkulu khususnya yang bertugas di Kabupaten Rejang Lebong untuk dapat bersinergi dengan Diskominfo setempat sehingga dapat meminimalisir penyebarannya. ***3***

Pewarta: Nur Muhamad

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2020