Pihak Kepolisian Resor Mukomuko, Polda Bengkulu, sudah memasang spanduk imbauan di tiga titik bagi para pemudik lebaran 2022, terkait sejumlah lokasi rawan kecelakaan di daerah ini.
"Kita sudah pasang spanduk imbauan agar pemudik berhati-hati saat mudik di tiga titik ini rawan kecelakaan lalu lintas karena di lokasi ini masih banyak hewan ternak sapi yang dilepasliarkan oleh pemiliknya di jalan," kata Kepala Kepolisian Resor Mukomuko AKBP Witdiardi, melalui Kasat Lantas AKP Fery Oktaviari Pratama di Mukomuko, Senin.
Ia mengatakan hal itu menindaklanjuti hasil rapat koordinasi lintas sektoral dengan Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang terkait penertiban hewan ternak yang dilepaskan oleh pemilik di jalan.
Ia mengatakan, institusinya selain memasang spanduk imbauan agar pemudik sepeda motor dan mobil mewaspadai hewan ternak di tiga titik Jalinsum di daerah ini, Satpol PP melakukan penertiban hewan ternak.
Ia menyebutkan, sejumlah Jalinsum yang rawan kecelakaan lalu lintas, yakni di Air Punggur Kelurahan Koto Jaya, simpang Desa Tanah Rekah dan setelah bandar udara di daerah ini.
"Kalau bandara orang jarang kecepatan penuh karena jalannya menyempit," ujarnya.
Ia mengatakan, Jalan Lintas Sumatera Air Punggur, Kelurahan Koto Jaya selain rawan kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh hewan ternak sapi, di ruas jalan tersebut banyak monyet yang berkeliaran.
Untuk itu, ia mengimbau, agar pemudik yang menggunakan sepeda motor dan mobil untuk mengurangi kecepatan kendaraan saat melintas di tiga ruas Jalan Lintas Sumatera ini.
Selain itu, ia mengatakan, petugas gabungan polisi, TNI, dan Satpol PP akan terus melakukan patroli untuk mencegah kecelakaan lalu lintas di tuga ruas jalan di daerah ini.
"Petugas gabungan yang melakukan pengamanan lebaran akan melakukan patroli untuk mencegah jangan sampai hewan ternak berkeliaran di jalan selama arus mudik dan balik lebaran tahun ini," katanya.
Pewarta: Ferri AryantoUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.