Komandan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupu Rejang, Mardiani di Rejanglebong, Senin, menjelaskan pascamusibah sambaran petir yang menewaskan dua pendaki di Bukit Kaba saat ini kembali seperti semula, baik aktifitas pendakian maupun warga yang melakukan usaha pertanian sayuran di kaki bukit.
"Kami tidak melarang mereka untuk naik ke atas, tapi selalu kami ingatkan jika cuacanya mulai mendung atau ada petir agar segera turun. Hal ini penting agar para pendaki yang naik tidak mendapat masalah," katanya.
Para pendaki Bukit Kaba yang akan naik kata dia, sebelumnya harus melapor ke petugas kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Desa Sumber Urip yang mengelola kawasan wisata alam itu. Selain membayar iuran untuk kas desa, mereka ini juga harus meninggalkan biodata para pendaki serta alamat rumah masing-masing dan nomor telepon pendaki.
Adanya korban meninggal dunia akibat tersambar petir ini kata dia, hendaknya dijadikan pelajaran bagi pendaki lainnya agar selanjutnya dapat berhati-hati sehingga tidak ada korban selanjutnya yang terkena sambaran petir maupun bencana lainnya.
Sementara itu jenazah dua korban meninggal dunia yakni Maskuri (21) warga Desa Sidodadi, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah dan Asih bin Sugianto (20) warga asal Kota Lubuklinggau, Sumsel. Sudah dibawa keluarga masing-masing guna dimakamkan.
Sedangkan lima korban lainnya yang mengalami luka bakar sudah dibawa keluarganya kembali ke Bengkulu Tengah guna menjalani perawatan lanjutan.
Kelima korban luka-luka ini kesemuanya warga Desa Sidodadi Kecamatan Pondok Kelapa antara lain Kurnia Apriani (18) mahasiswi IAIN Bengkulu, Amzay Aryawiwi (23), Sigit Ramadani (19) mahasiswa program Jurnalistik Unersitas Bengkulu (Unib), Siti Khairiyah (18) dan Afif Iksan Wijaya (19) keduanya tercatat sebagai mahasiswa Unib.
Sebelumnya Minggu sore (17/1) sekitar pukul 17.35 WIB sebanyak 20 pendaki asal Bengkulu Tengah terkena sambaran petir saat mendaki Gunung Api Bukit Kaba, dari jumlah itu dua di antaranya meninggal dunia, serta lima pendaki mengalami luka bakar dan belasan pendaki lainnya mengalami luka ringan.
Korban meninggal dunia dan korban yang mengalami luka-luka itu sendiri baru berhasil dievakuasi warga Desa Sumber Urip bersama Pokdarwis setempat dan relawan PMI Rejanglebong pada pukul 21.30 WIB di tengah guyuran hujan lebat. Para korban ini selanjutnya di bawa ke RSUD Curup guna menjalani perawatan. ***4***
Pewarta: Nur MuhammadUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.