Mukomuko Bengkulu (ANTARA) - Warga di wilayah Kecamatan Air Manjuto, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menyambut gembira dengan turunnya hujan sejak Jumat (25/7) dan Minggu (27/7) yang melanda wilayah itu karena dapat menghilangkan debu dan menyuburkan tanaman sawitnya.

"Alhamdulillah, akhirnya di satuan pemukiman (SP) VI di Kecamatan Air Manjuto turun hujan," kata warga SP VI Kecamatan Air Manjuto, Kabupaten Mukomuko Seno dalam keterangannya di Mukomuko, Minggu.

Dia mengatakan, pada hari Jumat malam (25/7) hujan turun cukup lebat, dan pada Minggu malam ini hujan turun tetapi meskipun tidak begitu lebat.

Wilayah SP VI Kecamatan Air Manjuto termasuk wilayah-wilayah lain di Kabupaten Mukomuko ini sudah selama 10 hari mengalami musim panas atau kering.

Musim panas selama 10 hari ini selain membuat air sumur gali dan sumur bor di daerah ini berkurang, Seno mengatakan, musim kering ini juga berdampak terhadap tanaman sawit milik petani yang baru dua Minggu ditanam. 

Kemudian, musim kering juga membuat pekebun belum bisa memberikan pupuk untuk bahan penyubur tanaman kelapa sawit di wilayah yang memiliki lahan perkebunan kelapa sawit terbesar di Provinsi Bengkulu.

Apabila pekebun memaksa memberikan pupuk untuk bahan penyubur tanaman saat musim kering, maka pupuk tersebut terbuang percuma atau tidak berdampak signifikan terhadap tanaman sawit.

Warga Kecamatan Air Manjuto lainnya Eri Yanto mengatakan, sejak musim kering, air di sumurnya berkurang drastis, dan untuk menampung air dia terpaksa menunggu air sumurnya kembali terisi.

"Air sumur masih ada tetapi tidak bertahan lama saat disedot, setelah itu kami harus menunggu air sumur berisi dulu untuk menariknya pakai mesin air," ujarnya.

Selain itu, ia juga sudah lama berharap hujan turun di wilayahnya supaya bisa memupuk tanaman sawitnya yang sudah lama tidak diberikan pupuk. 

 

 



Pewarta: Ferri Aryanto
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026