Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Kementerian Pertanian (Kementan) meminta realisasi program cetak sawah baru di sejumlah daerah di Provinsi Bengkulu dipercepat sehingga bisa langsung ditanami padi.
"Provinsi Bengkulu mendapatkan kuota cetak sawah baru seluas 2.200 hektare. Program cetak sawah ini diminta agar progresnya harus dipercepat karena pengerjaannya yang semakin terbatas," kata Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan Hermanto saat berada di Rejang Lebong, Senin.
Dia menjelaskan, program cetak sawah baru di wilayah Bengkulu saat ini sudah tahap survei investigasi dan desain (SID) dengan konstruksinya baru sekitar 70 persen lebih. Meskipun kerja sama untuk SID tersebut sampai dengan Oktober mendatang, namun dirinya meminta agar dipercepat.
"Memang kerja sama pelaksanaannya sampai Oktober nanti, tetapi saya minta akhir Agustus ini SID harus tuntas. Saya juga menginstruksikan seluruh pengawas lapangan untuk aktif mengawal kegiatan ini," tegasnya.
Sementara itu program cetak sawah baru di Kabupaten Rejang Lebong sendiri, kata dia, sudah ditinjau pada Minggu (24/8), di mana progresnya dinilai cukup baik. Lahan yang dibuka sudah bersih, dan tinggal memastikan saluran sekunder berfungsi agar sawah benar-benar terairi.
Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri menyatakan kesiapannya mendukung penuh program ketahanan pangan nasional di wilayah itu dengan melakukan perluasan lahan sawah baku di Kabupaten Rejang Lebong yang saat ini baru berkisar 3.500 hektare.
"Target kami harus terealisasi sesuai jadwal. Bahkan kami mohon tambahan kuota karena program ini sangat bermanfaat. Jika 1.000 hektare sawah tercetak, maka ada seribu keluarga yang merasakan dampaknya," kata Muhammad Fikri.
Menurut dia, irigasi menjadi kunci keberlanjutan program ini, karena jangan sampai sawah sudah dicetak tapi tidak ada air, sehingga kembali jadi kebun.
"Kami harap pak Dirjen bisa meneruskan masalah irigasi ini ke Kementerian PU, sehingga bisa dibangun dan sawah-sawah yang telah kita cetak ini tidak kembali menjadi kebun," ujarnya.
Sebelumnya, Provinsi Bengkulu mendapat kuota cetak sawah baru dari Kementan seluas 2.200 hektare, dengan rincian di Kabupaten Rejang Lebong seluas 1.075 hektare, dan sisanya seluas 1.125 hektare tersebar di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara dan Kabupaten Seluma.
