Kota Bengkulu (ANTARA) - Parade militer di Beijing pekan ini bukan hanya soal unjuk kekuatan persenjataan, tetapi juga melahirkan pernyataan mengejutkan dari Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Tiongkok Xi Jinping tentang umur panjang manusia.
Melalui seorang penerjemah, Xi menuturkan kepada Putin bahwa usia 70 tahun saat ini masih dianggap muda. Putin kemudian menimpali dengan klaim bahwa organ manusia kini dapat ditransplantasikan berulang kali sehingga berpotensi “menunda usia tua tanpa batas.” Xi bahkan menambahkan, “Pada abad ini, mungkin saja kita bisa hidup hingga usia 150 tahun.”
Meski terdengar optimistis, para ahli menilai klaim itu masih jauh dari kenyataan. Reza Motallebzadeh, profesor transplantasi ginjal di UCL, menjelaskan bahwa transplantasi organ lebih ditujukan bagi pasien dengan penyakit serius.
“Ketika Anda menderita penyakit ginjal, hati, atau jantung stadium akhir, transplantasi dapat memperpanjang usia hidup secara keseluruhan,” katanya dikutip The Guardian. “Transplantasi benar-benar menyelamatkan nyawa.”
Saat ini, beragam organ dapat ditransplantasikan, mulai dari jantung, paru-paru, ginjal, pankreas, hati, hingga rahim. Namun, permintaan jauh melebihi pasokan. Untuk mengatasi krisis tersebut, ilmuwan mulai mengembangkan xenotransplantasi, yakni penggunaan organ babi pada manusia.
Baca juga: Lavrov: Putin siap berunding langsung dengan Ukraina
Baca juga: Trump beri tahu Putin soal pembicaraan dengan Zelenskyy dan Eropa
Di New York, dokter berhasil menguji transplantasi ginjal dan paru-paru babi pada pasien mati otak, bahkan dua pasien hidup telah menerima ginjal babi hasil rekayasa genetika. George Church, ahli genetika Universitas Harvard sekaligus pendiri eGenesis, menyatakan keduanya kini “sehat dan bahagia” tanpa membutuhkan dialisis. FDA pun telah menyetujui uji coba lebih lanjut pada 33 pasien.
Pewarta: Prasetia Anggel ErlenaEditor : Anom Prihantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026