Kuala Lumpur (ANTARA) - Otoritas Malaysia menyatakan saat ini warga Malaysia yang hilang dan belum dapat ditemukan dalam bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera berjumlah satu orang.
Kementerian Luar Negeri Malaysia dalam keterangan yang dikutip di Kuala Lumpur, Rabu, menyatakan Konsulat Jenderal Malaysia di Medan terus berkoordinasi dengan otoritas RI untuk pencarian warga Malaysia.
"Operasi SAR untuk mencari warga negara Malaysia yang dilaporkan hilang akibat tanah longsor di Padang Panjang kini memasuki hari ke-15. Upaya pencarian tetap dilanjutkan, dan Konsulat Jenderal terus memberikan dukungan konsuler kepada keluarga, yang berada dalam kontak erat dengan pihak berwenang Indonesia," tulis pernyataan tersebut.
Baca juga: Jalur darat rusak, TNI AL gunakan helikopter antar tenaga kesehatan dan logistik ke Sumut
Baca juga: 17 korban banjir Agam dimakamkan massal di TPU Bungus
Baca juga: Bengkulu kirim bantuan logistik-ambulans ke wilayah bencana Sumatera
Sebelumnya, tiga turis lanjut usia asal Malaysia yang dikabarkan hilang dilaporkan sudah dapat ditemukan di Aceh dan sudah diterbangkan ke negeri jiran tersebut. Selain itu, satu lagi warga lanjut usia yang sempat tidak dapat dihubungi, saat ini dikabarkan sudah dapat dihubungi pihak keluarga dan sudah kembali ke Malaysia.
Menurut otoritas Malaysia, saat ini, tidak ada laporan baru mengenai warga Malaysia yang hilang atau terdampak oleh situasi yang sedang berlangsung di Sumatra.
Otoritas Malaysia mengimbau seluruh warga Malaysia yang berada atau bepergian melalui daerah terdampak untuk tetap waspada, memperhatikan perkembangan cuaca, dan mematuhi arahan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang di Indonesia.
Kementerian Luar Negeri Malaysia juga meminta warga Malaysia untuk melaporkan keberadaannya kepada perwakilan Malaysia terdekat serta menjaga komunikasi dengan anggota keluarga.
