Bengkulu (Antara Bengkulu) - Sekuntum bunga bangkai (Amorphopallus titanium) mekar sempurna di kawasan Taman Hutan Raya Rajolelo Kabupaten Bengkulu Tengah, berjarak 10 kilometer dari Kota Bengkulu, Rabu.

"Mekar sempurna sejak kemarin (12/3) dengan tinggi bunga mencapai 2,1 meter. Seperti cirinya, mengeluarkan bau yang tidak sedap," kata Kepala Balai Taman Hutan Raya Rajolelo Bengkulu Wance Ramli di Bengkulu, Rabu.

Ia memperkirakan bunga bangkai atau dalam sebutan lokal disebut bunga kibut tersebut akan kuncup pada Kamis (14/3) sebab masa mekar termasuk singkat.

Dibandingkan dengan bunga rafflesia yang masa mekarnya mencapai 4 hingga 6 hari, bunga bangkai hanya mampu bertahan satu hingga dua hari.

"Setelah itu akan menguncup lagi dan membusuk, lalu mematangkan bijinya. Setelah itu akan masuk masa vegetatif lagi," katnaya.

Ia mengatakan bunga langka yang mekar di Taman Hutan Raya (Tahura) Rajolelo itu merupakan penangkaran petugas sejak 2011.

Saat ini tinggi bunga sudah melebihi 150 centimeter, dan diperkirakan masih bertambah tinggi, dan posisi mahkota bunga masih kuncup.

Petugas di Tahura, kata dia, sudah membuat pagar pengaman agar bunga tersebut aman dari gangguan manusia dan satwa liar.

"Bau busuk menyengat belum tercium karena masih kuncup. Diperkirakan seminggu lagi bunga telah mekar sempurna," katanya.

Wance mengatakan pelestarian bunga bangkai yang termasuk puspa langka diprogramkan Balai Tahura sejak 2011 dengan menanam umbi Amorphophallus di kawasan itu.

Sebanyak 24 umbi tanaman seberat 6-105 kilogram ditanam di Tahura Rajolelo dan satu umbi seberat 30 kilogram ditanam di belakang Kantor Balai Tahura di Kota Bengkulu.

"Bunga yang ditanam di belakang Kantor Balai Tahura di Kota Bengkulu sudah mekar sekali pada November 2011," katanya.

Sedangkan puluhan umbi yang ditanam di kawasan Tahura Rajolelo, tiga diantaranya sudah berhasil memunculkan bunga.

Pewarta:

Editor : Helti Marini S


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2013