Dinas Sosial Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu masih menunggu penyaluran bantuan beras untuk Program Keluarga Harapan (PKH) guna memenuhi kebutuhan pokok warga di tengah pandemi COVID-19.

"Saat ini kita masih menunggu penyalurannya, karena kita hanya menerima saja. Kalau data penerimanya sebanyak 12.631 keluarga penerima manfaat atau KPM, tersebar dalam 15 kecamatan di Rejang Lebong," kata Kepala Dinas Sosial Rejang Lebong Zulfan Efendi di Rejang Lebong, Kamis.

Dia menjelaskan kalangan warga tidak mampu yang akan mendapat bantuan tambahan dari Kementerian Sosial tersebut adalah penerima bantuan sosial dalam program PKH dengan jumlah lebih dari 7.000 KPM, dengan jenis bantuan yang akan diberikan berupa beras 15 kg per KPM setiap bulan.

Sisanya, katanya, untuk kalangan warga tidak mampu penerima bantuan program sembako yang tahun sebelumnya disebut BPNT dengan jumlah lebih dari 5.000 KPM, di mana jenis bantuannya adalah uang tunai sebesar Rp500.000 yang diberikan sekali salur.

Bantuan beras, kata Zulfan, akan disalurkan oleh pihak Bulog setempat, sedangkan untuk bantuan uang tunai melalui perbankan yang ditunjuk, khususnya bagi KPM yang sudah memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) serta melalui Kantor Pos.

"Untuk bantuan berasnya disalurkan selama tiga bulan terhitung Agustus sampai Oktober nanti, setiap bulannya sebanyak 15 kg per KPM," ujarnya.

Bantuan beras non-PKH dan uang tunai yang diberikan pemerintah pusat tersebut, kata dia, untuk meringankan pemenuhan kebutuhan pokok warga penerima bantuan sosial, baik PKH maupun program sembako pada masa pandemi COVID-19, mengingat bantuan yang diberikan sebelumnya belum bisa mencukupi kebutuhan mereka.

Dia berharap, bantuan tambahan itu bisa meringankan beban warga tidak mampu di wilayah setempat, karena dalam berbagai penyaluran bantuan COVID-19 yang diberikan pemerintah daerah maupun provinsi mereka tidak memperolehnya karena sudah masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Pewarta: Nur Muhamad

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2020