Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu menyebutkan sebagian besar kondisi lampu penerangan jalan di daerah itu saat ini dalam kondisi tidak menyala.

Kepala DPM-PTSP Rejang Lebong, Bambang Budiono di Rejang Lebong, Selasa, mengatakan anggaran pemeliharaan lampu penerangan jalan yang dianggarkan pemkab setempat pada tahun ini jumlahnya sangat minim sehingga hanya bisa untuk perbaikan 125 titik saja.

"Saat ini kondisi lampu penerangan jalan di Kabupaten Rejang Lebong yang dalam kondisi baik dan menyala hanya 50 persen saja, dari 4.500 titik jumlah lampu penerangan jalan yang ada di 15 kecamatan di Rejang Lebong," kata dia.

Dia menambahkan, minimnya anggaran pemeliharaan lampu penerangan jalan ini karena anggaran semula yang sudah direncanakan pada 2019 lalu untuk kegiatan pergantian atau pengadaan peralatan lampu jalan dialihkan untuk kegiatan penanganan COVID-19 di Kabupaten Rejang Lebong.

Anggaran untuk pemeliharaan lampu jalan di Kabupaten Rejang Lebong pada tahun ini kata dia, hanya tersedia sebesar Rp175 juta, sehingga untuk perbaikan kerusakan lampu jalan ini mereka lakukan secara selektif dan dilakukan untuk perbaikan pada itik yang dinilai dapat menimbulkan kerawanan baik kecelakaan lalu lintas maupun tindak kejahatan.

"Kami prioritaskan wilayah yang tidak memiliki lampu penerangan jalan lainnya dulu seperti di wilayah Kelurahan Talang Benih, di sana hanya ada satu-satunya penerangan adalah lampu jalan itu. Jika itu mati, maka itu kami prioritaskan karena bisa menimbulkan aksi kejahatan dan kerawanan," urainya.

Kerusakan lampu penerangan jalan itu sendiri kata Bambang Budiono, bukannya tidak mereka tindak lanjuti tetapi karena anggaran yang tersedia cukup minim sehingga belum bisa diperbaiki. Pihaknya berencana akan memasukannya dalam penyusunan APBD Perubahan 2020 yang akan dibahas dalam waktu dekat ini.

Lampu penerangan jalan yang ada di wilayah itu tambah dia, mengalami kerusakan akibat dimakan waktu sehingga banyak komponennya yang rusak, kemudian akibat bencana alam dan sebagian lagi hilang karena dicuri orang tidak dikenal maupun yang sengaja dirusak.***1***

Pewarta: Nur Muhamad

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2020