Bengkulu (ANTARA Bengkulu) - Taman Budaya Provinsi Bengkulu akan menggratiskan biaya sewa gedung jika digunakan untuk pertunjukan yang berbau kesenian, kata Kepala Taman Budaya setempat Ref Andras.
"Untuk pertunjukan atau kegiatan berbau kesenian kami gratiskan, tetapi tidak untuk acara pernikahan," katanya di Bengkulu, Jumat.
Ia mengatakan hal itu saat seminar bertema Kontribusi Generasi Muda Bengkulu dalam Pelestarian Adat Melayu" yang digelar Ikatan Bujang Gadis Bengkulu.
Seminar yang digelar disela-sela Expo Ikatan Bujang Gadis Bengkulu tersebut diikuti ratusan pelajar SMA di Kota Bengkulu.
Andras mengatakan berkesenian menjadi kebutuhan manusia, sehingga manusia tanpa seni akan menjadi robot.
"Kami ingin menarik minat generasi muda untuk berkreasi dalam pertunjukan kesenian," katanya.
Menurutnya, seni budaya Bengkulu sangat beragam mulai dari musik, tari, teater, dan seni suara yang dapat ditampilkan di Taman Budaya.
Kecintaan generasi muda terhadap seni dan budaya menurutnya sangat penting dipupuk sebab kelestariannya ada di tangan generasi penerus.
"Harus bangga dengan kebudayaan sendiri, kalau bukan kita yang menghargai dan melestarikan budaya sendiri, siapa lagi," katanya.
Selain itu, kekayaan budaya Indonesia juga sudah mendapat tempat di dunia internasional, seperti alat musik gamelan yang digemari di Amerika Serikat.
Saat ini kata dia terdapat 27 kelompok gamelan di Amerika sehingga Indonesia sudah ikut mewarnai kebudayaan dunia.
"Selama ini kita hanya diwarnai, tapi sekarang sudah bisa mewarnai kebudayaan dunia, kami bercita-cita kebudayaan dan kesenian Bengkulu akan mewarnai kebudayaan dunia," katanya.
Seminar tersebut cukup menarik minat para peserta untuk mengajukan berbagai pertanyaan kritis, termasuk cara mempertahankan identitas budaya ditengah serangan budaya barat.
Menurut Andras, salah satu kuncinya adalah harus bangga dengan budaya sendiri. Pembangunan daerah, terutama Kota Bengkulu dengan tiga pilar yakni ekonomi, kesehatan dan pendidikan, menurutnya perlu ditambah yakni pembangunan seni dan kebudayaan.
"Kita harus tidur dalam mimpi yang sama, yaitu menjadikan seni dan budaya Bengkulu bisa mewarnai budaya dunia," katanya.
Ketua Ikatan Bujang Gadis Provinsi Bengkulu Romeli Santiago Abas mengatakan seminar tersebut untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian generasi penerus terhadap budaya melayu nusantara.
"Kami ingin memberi kontribusi positif untuk menfasilitasi edukasi seni dan budaya Bengkulu kepada generasi penerus," katanya.
COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2013
"Untuk pertunjukan atau kegiatan berbau kesenian kami gratiskan, tetapi tidak untuk acara pernikahan," katanya di Bengkulu, Jumat.
Ia mengatakan hal itu saat seminar bertema Kontribusi Generasi Muda Bengkulu dalam Pelestarian Adat Melayu" yang digelar Ikatan Bujang Gadis Bengkulu.
Seminar yang digelar disela-sela Expo Ikatan Bujang Gadis Bengkulu tersebut diikuti ratusan pelajar SMA di Kota Bengkulu.
Andras mengatakan berkesenian menjadi kebutuhan manusia, sehingga manusia tanpa seni akan menjadi robot.
"Kami ingin menarik minat generasi muda untuk berkreasi dalam pertunjukan kesenian," katanya.
Menurutnya, seni budaya Bengkulu sangat beragam mulai dari musik, tari, teater, dan seni suara yang dapat ditampilkan di Taman Budaya.
Kecintaan generasi muda terhadap seni dan budaya menurutnya sangat penting dipupuk sebab kelestariannya ada di tangan generasi penerus.
"Harus bangga dengan kebudayaan sendiri, kalau bukan kita yang menghargai dan melestarikan budaya sendiri, siapa lagi," katanya.
Selain itu, kekayaan budaya Indonesia juga sudah mendapat tempat di dunia internasional, seperti alat musik gamelan yang digemari di Amerika Serikat.
Saat ini kata dia terdapat 27 kelompok gamelan di Amerika sehingga Indonesia sudah ikut mewarnai kebudayaan dunia.
"Selama ini kita hanya diwarnai, tapi sekarang sudah bisa mewarnai kebudayaan dunia, kami bercita-cita kebudayaan dan kesenian Bengkulu akan mewarnai kebudayaan dunia," katanya.
Seminar tersebut cukup menarik minat para peserta untuk mengajukan berbagai pertanyaan kritis, termasuk cara mempertahankan identitas budaya ditengah serangan budaya barat.
Menurut Andras, salah satu kuncinya adalah harus bangga dengan budaya sendiri. Pembangunan daerah, terutama Kota Bengkulu dengan tiga pilar yakni ekonomi, kesehatan dan pendidikan, menurutnya perlu ditambah yakni pembangunan seni dan kebudayaan.
"Kita harus tidur dalam mimpi yang sama, yaitu menjadikan seni dan budaya Bengkulu bisa mewarnai budaya dunia," katanya.
Ketua Ikatan Bujang Gadis Provinsi Bengkulu Romeli Santiago Abas mengatakan seminar tersebut untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian generasi penerus terhadap budaya melayu nusantara.
"Kami ingin memberi kontribusi positif untuk menfasilitasi edukasi seni dan budaya Bengkulu kepada generasi penerus," katanya.
Editor : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2013