Terduga pelaku penyebar hoaks atau berita bohong terkait tewasnya Kasdim 0817 Mayor Sugeng Riyadi usai menerima vaksin COVID-19 di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, terlacak dan sudah terindentifikasi.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Gatot Repli Handoko di Surabaya, Rabu mengatakan pelaku sudah di-'profiling' dan diidentifikasi, serta diketahui lebih dari satu orang.

Dua orang di antaranya berada di luar Jatim yakni satu di DKI Jakarta dan satu lagi di Yogyakarta. Kemudian ada satu orang pelaku yang berada di salah satu kabupaten di Jatim.

Gatot enggan merinci lebih lanjut, sebab kasus hoaks tersebut ditangani penuh oleh Polres Gresik.

"Sementara Polda Jatim melalui Subdit V Siber Ditreskrimsus, sifatnya hanya mem-'back up' alias membantu saja. Kasusnya ditangani Polres Gresik, nanti akan dirilis," kata Perwira dengan tiga melati ini.

Sebelumnya Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya, Kolonel Imam Hariyadi menegaskan informasi yang beredar terkait wafatnya Kasdim Gresik adalah hoaks. Pihaknya menegaskan bahwa anggotanya itu masih dalam keadaan sehat.

"Hingga saat ini, Kasdim Gresik dalam keadaan sehat walafiat. Jadi tidak benar berita yang mengatakan bahwa ia meninggal setelah disuntik vaksin Sinovac," ucap-nya.

Mengenai informasi adanya anggota TNI meninggal dunia, Imam meluruskan kalau itu ialah Danramil Kebomas Kodim 0817/Gresik, Mayor Kavaleri Gatot Supriyono.

Dalam laporan yang diterimanya, Gatot wafat karena serangan jantung, Jumat (15/1/2021) sekitar pukul 23.06 WIB.

Gatot sendiri belum pernah menjalani vaksinasi COVID-19 buatan Sinovac. Namun, Gatot pernah melaksanakan tes cepat antigen di Posko Kesehatan Gresik pada Kamis (14/1/2021) dengan hasil non-reaktif.

Pada tanggal yang sama, Kasdim Gresik Mayor Infantri Sugeng Riyadi menjalani vaksinasi COVID-19 di RSUD Ibnu Sina Gresik menggantikan Dandim 0817/Gresik Letkol Infantri Taufik Ismail lantaran tensinya tinggi ketika 'screening'.

"Masyarakat diharapkan tidak terpengaruh berita tersebut, serta yakin bahwa vaksin COVID-19 merk Sinovac telah aman dan manjur untuk mengatasi pandemik COVID19 di Indonesia saat ini," kata Imam.
 

Pewarta: A Malik Ibrahim/Willy Irawan

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2021