Seorang warga yang terkonfirmasi positif corona memilih kabur saat didatangi Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Jumat karena enggan dikarantina/diisolasi di Rusunawa IAIN Tulungagung, bergabung dengan pasien tak bergejala lain.

Kepada petugas yang sempat membujuknya, penderita COVID-19 berinisial ANT itu mengaku tidak mau dipindah dari rumahnya ke asrama COVID-19 di Rusunawa IAIN Tulungagung dengan alasan ingin menjalani isolasi mandiri.

"Tidak mau, yang bersangkutan merasa diusir dari rumahnya," kata salah satu anggota Komunikasi Publik Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Tulungagung, Dedi Eka Purnama.

Hingga saat ini, ANT belum diketahui keberadaanya.

Petugas dibantu Babinkamtibmas dan Babinsa sudah berusaha melakukan pencarian terhadap ANT, namun belum menemukan keberadaanya.

Kepada petugas, pihak keluarga ANT berjanji untuk mengisolasinya di rumah.

Sementara anggota keluarga lainnya, seperti anak dan orang tua ANT akan diungsikan ke rumah warga lain.

Hanya istri ANT yang menjadi kontak erat yang rencananya bertahan menemani isolasi mandiri di rumah.

Kendati begitu Satgas tetap akan membujuk lebih dulu untuk diisolasi ke Rusunawa IAIN Tulungagung.

Sebelumnya ANT sudah dibujuk petugas kesehatan dan perangkat desa untuk menjalani karantina di Rusunawa IAIN Tulungagung, karena rumah pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani ini kecil dan diisi dua keluarga.

ANT bersikeras menolak dan bahkan sempat mengancam petugas dengan senjata linggis. (*)

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2021