Negara bagian Victoria Australia melaporkan sedikit peningkatan dalam kasus COVID-19 yang didapat secara lokal pada Kamis setelah hampir satu minggu penguncian ketat yang diberlakukan untuk menahan wabah jenis virus Delta yang lebih menular.

Sebanyak 26 kasus lokal baru dilaporkan, naik dari 22 kasus hari sebelumnya, menjadikan total kasus dalam wabah terbaru menjadi hampir 130.

Semua infeksi baru terkait dengan wabah saat ini dan 24 kasus COVID-19 berada di karantina sepanjang seluruh periode infeksi mereka.

Lebih dari setengah dari 25 juta penduduk Australia, termasuk kota terbesar di negara itu Sydney dan negara bagian Victoria dan Australia Selatan, dikunci, dengan penduduk dibatasi di rumah mereka kecuali untuk alasan mendesak.

Sydney, kota yang terkena dampak terburuk, berada dalam penguncian lima minggu hingga 30 Juli.

Hampir setengah dari semua kasus baru di Sydney yang tercatat sehari sebelumnya dengan varian Delta menyebar di masyarakat, terutama di pinggiran barat daya kota.

Kasus baru COVID-19 di Sydney memicu kekhawatiran akan peningkatan infeksi yang signifikan.

Australia Selatan, sementara itu, bersiap untuk menghadapi lebih banyak kasus baru COVID-19 ketika para pejabat melacak dua rantai penularan yaitu di sebuah kilang anggur dan sebuah restoran Yunani di ibu kota negara bagian Adelaide.

Lima dari enam kasus yang dilaporkan pada Rabu malam terkait dengan kilang anggur.

Dengan sebagian besar bisnis ditutup di dua kota terbesar di negara itu, ekonomi Australia menerima pukulan besar dari penguncian terbaru.

Menteri Keuangan Josh Frydenberg pada  Kamis mengatakan dia memperkirakan penguncian dapat merugikan ekonomi nasional sekitar A$300 juta atau Rp3,1 triliun per hari.

"Ini akan berdampak pada ekonomi. Kita akan melihat itu di data pekerjaan di masa depan serta angka pertumbuhan PDB," kata Frydenberg.

Sumber : Reuters

Pewarta: Azis Kurmala

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2021